Dokter Jelaskan Risiko Gigi Berlubang pada Anak sejak Dini

  • 09 Mei 2026 13:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Gigi berlubang pada anak tidak boleh dianggap sepele karena kerusakan yang terjadi pada gigi susu dapat memengaruhi pertumbuhan gigi permanen apabila tidak segera ditangani dengan baik. Hal itu disampaikan Dokter Pelaksana Talkdent Cirebon, drg. Gema Nurqolbi Amalia, MMRS, dalam dialog Indonesia Sehat bertema Gigi Berlubang di RRI Cirebon pada Jumat, 8 Mei 2026.

Dalam dialog tersebut dijelaskan bahwa gigi berlubang pada anak dapat menyebar ke gigi lain akibat penumpukan plak dan bakteri di rongga mulut yang terus berkembang. Kondisi itu membuat gigi permanen yang mulai tumbuh ikut berisiko mengalami kerusakan apabila kesehatan gigi anak tidak dijaga sejak dini.

drg. Gema mengatakan, “Nah itu juga jangan dibiarin. Karena mulai usia bayi 5 tahun, itu kadang kan nanti umur 7 tahun dia akan tumbuh gigi baru akhirnya gigi berlubang itu menular ke gigi dewasa,” ujarnya. Menurutnya, banyak orang tua yang belum memahami bahwa kerusakan pada gigi susu dapat berdampak hingga masa pertumbuhan gigi permanen.

Ia menjelaskan, salah satu gigi permanen pertama biasanya mulai tumbuh pada usia enam hingga tujuh tahun tanpa didahului gigi yang copot, sehingga kerap disangka sebagai gigi susu biasa. Akibat kurangnya pemahaman tersebut, beberapa orang tua justru mengambil langkah yang salah terhadap pertumbuhan gigi anak.

drg. Gema mengatakan, “biasanya ada gigi pertama geraham itu tidak copot dulu, tapi muncul di usia enam sampai tujuh tahun lalu muncul gigi geraham pertama". Menurutnya, kondisi tersebut sering membuat orang tua keliru membedakan antara gigi susu dan gigi permanen pada anak.

Ia menuturkan, kesalahan penanganan pada gigi anak dapat berdampak pada kesehatan gigi jangka panjang apabila gigi permanen yang baru tumbuh justru dicabut karena dianggap gigi susu. Kondisi tersebut dapat memengaruhi susunan gigi anak hingga masa pertumbuhan berikutnya.

drg. Gema mengatakan, “kadang orang tua tidak tahu jadi meminta tindakan dicabut. Padahal itu gigi dewasa yang udah tumbuh". Ia menegaskan bahwa pemeriksaan gigi secara rutin penting dilakukan agar kondisi kerusakan gigi pada anak dapat segera diketahui dan ditangani dengan tepat.

Selain membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, ia juga mengimbau orang tua membiasakan anak menyikat gigi secara rutin sejak dini. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kerusakan gigi yang lebih parah sekaligus menjaga pertumbuhan gigi permanen anak tetap sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....