Turun Berat Badan tanpa Kelaparan

  • 09 Mei 2026 08:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Selama beberapa dekade resep penurunan berat badan selalu berfokus pada pembatasan kalori secara ketat yang sering kali berujung pada kegagalan. Namun, penelitian nutrisi terbaru menunjukkan bahwa masalah utamanya bukanlah jumlah makanan, melainkan bagaimana kalori tersebut dikemas dalam piring kita.

Dilansir dari Nationalgeographic.com, dokter spesialis obesitas Fatima Cody Stanford menegaskan bahwa ia tidak pernah meminta pasiennya untuk sekadar makan lebih sedikit kalori. Ia justru mendorong mereka untuk mengonsumsi makanan dengan kualitas yang lebih baik guna memperbaiki biologi nafsu makan.

Manusia cenderung mengatur rasa kenyang berdasarkan volume fisik makanan di piring, bukan berdasarkan hitungan angka kalori yang masuk. Profesor Barbara Rolls menjelaskan bahwa piring yang terlihat setengah kosong akan membuat seseorang merasa lapar dan tertekan sejak awal proses makan.

Makanan ultra-proses sering kali dirancang untuk dimakan dengan sangat cepat sehingga otak tidak sempat menerima sinyal kenyang tepat waktu. Dibutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit bagi hormon tubuh untuk mendaftarkan rasa penuh setelah makanan masuk ke perut.

Alih-alih melakukan pembatasan ekstrim, penelitian menyarankan pembangunan pola makan yang berpusat pada protein tinggi dan serat alami. Protein mampu menekan hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan, sementara serat menambah beban volume makanan agar kita merasa kenyang lebih lama.

Mengkonsumsi makanan dengan kepadatan energi rendah seperti sup, buah-buahan, dan sayuran memungkinkan seseorang makan dalam porsi yang besar. Strategi ini terbukti secara ilmiah mampu menurunkan asupan kalori hingga 30 persen tanpa membuat seseorang merasa kekurangan makanan.

Sebuah studi tahun 2025 dalam American Journal of Clinical Nutrition mendukung bahwa makanan utuh memungkinkan volume makan yang lebih besar. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan diet makanan olahan yang padat energi namun sangat minim nutrisi penting bagi tubuh.

Tujuan utama dari manajemen berat badan bukanlah untuk menghilangkan kesenangan dalam makan yang merupakan bagian dari kebahagiaan harian manusia. Barbara Rolls menekankan pentingnya menemukan pola makan yang memuaskan dan berkelanjutan agar hasil yang dicapai bisa bertahan sepanjang hayat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....