Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Puasa 12 Jam? Ini Penjelasan Dokter
- 27 Feb 2026 15:38 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Menjalankan ibadah puasa Ramadan membuat tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Meski demikian, tubuh tetap mampu menjalankan fungsinya secara normal dengan memanfaatkan cadangan energi yang tersedia.
Dokter Umum RS Sumber Hurip Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Eri Juhaeriah, CPS., CSES., menjelaskan bahwa selama berpuasa tubuh akan beradaptasi secara alami. Energi yang digunakan berasal dari cadangan yang tersimpan di dalam tubuh.
“Energi yang digunakan tubuh berasal dari cadangan, seperti lemak dan juga otot. Walaupun tidak ada makanan masuk, tubuh masih punya cadangan energi yang diproduksi dari lemak, otot, dan beberapa organ di dalam tubuh,” ujar Eri Juhaeriah pada RRI Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menegaskan, mekanisme tersebut merupakan proses fisiologis yang normal selama seseorang dalam kondisi sehat. Karena itu, puasa tetap aman dilakukan selama kebutuhan nutrisi terpenuhi saat sahur dan berbuka.
Namun, perubahan pola makan dan waktu istirahat selama Ramadan dapat mempengaruhi kondisi fisik. Tubuh bisa terasa lebih lemas dan mudah mengantuk jika asupan cairan dan nutrisi tidak tercukupi dengan baik.
“Kalau tidak dikelola dengan baik, tubuh bisa terasa lemas, gampang ngantuk, bahkan kurang fokus,” ucap Eri Juhaeriah.
Untuk menjaga kebugaran, ia menyarankan konsumsi makanan tinggi serat dan protein saat sahur dan berbuka. Selain itu, kebutuhan cairan tetap harus dipenuhi dengan membagi konsumsi air putih secara cukup antara waktu berbuka hingga sahur agar keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....