Kredibilitas Media Dinilai dari Tanggung Jawab terhadap Informasi

  • 30 Sep 2026 16:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Media yang mempublikasikan informasi keliru dinilai perlu memberikan klarifikasi kepada publik sebagai bentuk tanggung jawab jurnalistik. Direktur Koran Harian Umum Fajar Cirebon, Dr. Dea Angkasa Putri Supardi, S. IP, M. AP. mengatakan media kredibel perlu membuka ruang bagi sumber untuk memberikan penjelasan apabila terdapat persoalan terhadap informasi yang telah dipublikasikan.

Hal tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab media kepada masyarakat. “Biasanya media yang kredibel akan membuka ruang bagi sumber untuk memperjelas atau mengonfirmasi berita yang sebelumnya sudah dipublikasikan,” ujarnya pada Program Literasi Digital RRI Cirebon pada Selasa, 29 September 2026.

Menurutnya, apabila sebuah berita terbukti salah, media yang bersangkutan perlu memberikan penjelasan kepada publik. Klarifikasi diperlukan agar masyarakat mengetahui adanya kesalahan dalam informasi yang sebelumnya telah diterbitkan.

“Kalau ada berita yang salah atau keliru, biasanya media yang bersangkutan wajib memberikan klarifikasi kepada publik,” katanya.

Ia menegaskan tanggung jawab tersebut juga berlaku ketika media memberikan data atau informasi yang tidak tepat. Media perlu mengakui kesalahan dan menyampaikan perbaikan kepada masyarakat.

“Ketika dia melakukan kesalahan, melaporkan hal yang salah, atau memberikan data yang salah, ia harus segera memperjelas dan meminta maaf kepada publik,” ujarnya.

Ia menilai kredibilitas menjadi salah satu hal penting yang harus dijaga media di tengah persaingan informasi digital. Media tidak cukup hanya mengejar jumlah penonton, pembaca, pelanggan, atau lalu lintas kunjungan.

Menurutnya masyarakat juga dapat menilai kredibilitas media dari substansi berita yang disajikan. Kejelasan sumber informasi serta identitas perusahaan media menjadi bagian yang dapat diperhatikan masyarakat ketika menerima sebuah berita.

Ia juga menyebut masyarakat dapat melihat apakah sebuah media telah diverifikasi oleh Dewan Pers sebagai salah satu referensi untuk mengenali media yang memiliki identitas dan legalitas yang jelas. Selain itu, masyarakat perlu memperhatikan sumber yang dicantumkan dalam berita.

Ia mengajak masyarakat tidak hanya memperhatikan apakah sebuah informasi sudah viral, tetapi juga memeriksa sumber dan validitasnya. Menurutnya, kebiasaan memvalidasi informasi menjadi semakin penting agar masyarakat tidak ikut memperluas penyebaran informasi yang keliru di ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....