Media Dituntut Cepat, Namun Prinsip Jurnalistik Tetap Harus Dijaga

  • 30 Sep 2026 16:25 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Perkembangan teknologi digital membuat media dituntut menyampaikan informasi secara cepat tanpa mengesampingkan prinsip jurnalistik. Direktur Koran Harian Umum Fajar Cirebon, Dr. Dea Angkasa Putri Supardi, S. IP, M. AP. mengatakan revolusi digital telah mengubah cara media memproduksi sekaligus menyajikan informasi kepada masyarakat.

Kondisi tersebut membuat jurnalis dan pengelola media harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. “Revolusi digital 4.0 dan sekarang akan memasuki versi 5.0, memang mengubah banyak kehidupan, termasuk bagaimana kita memproduksi media sebagai manusia,” ujarnya pada Program Literasi Digital RRI Cirebon pada Selasa, 29 September 2026.

Menurutnya, tuntutan kecepatan terutama terasa pada media online yang harus segera menyampaikan informasi ketika sebuah peristiwa terjadi. Namun, kecepatan tersebut tetap perlu diimbangi dengan prinsip jurnalistik dan kredibilitas media.

Ia mencontohkan media tetap perlu melakukan pemeriksaan silang dan menghadirkan berbagai sisi informasi. Proses tersebut juga membutuhkan sumber yang kredibel serta penyuntingan sebelum informasi diterbitkan.

“Kalau saya bilang itu dalam surat kabar, tentu saja harus ada pemeriksaan silang terlebih dahulu lalu harus mencakup kedua sisi,” katanya.

Ia mengakui media juga perlu mengikuti perubahan perilaku masyarakat yang kini menyukai konten singkat dan cepat. Pihaknya turut memanfaatkan platform digital dan video pendek untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan konsumsi informasi.

Namun, ia menegaskan adaptasi terhadap tren tidak boleh mengorbankan kode etik jurnalistik. Media tetap memiliki tanggung jawab menjaga prinsip-prinsip jurnalisme dalam setiap informasi yang diproduksi.

“Jangan sampai karena kita mengejar tren, tren pasar, atau keinginan masyarakat, kita menggadaikan kode etik jurnalistik dan juga prinsip-prinsip mulia jurnalisme,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat juga memiliki peran dalam menghadapi arus informasi yang cepat. Menurutnya, publik perlu memberikan jeda sebelum merespons informasi agar tidak terburu-buru memberikan komentar atau menyebarkannya.

Kecepatan menjadi bagian dari perkembangan media digital, tetapi akurasi tetap menjadi aspek penting dalam penyampaian informasi. Karena itu, media dan masyarakat sama-sama memiliki tanggung jawab menjaga kualitas informasi di tengah perubahan teknologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....