Masyarakat Didorong Berpikir Kritis dalam Menghadapi Banjir Informasi & AI
- 30 Sep 2026 16:05 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Perkembangan internet dan kecerdasan buatan atau AI membuat masyarakat semakin mudah memperoleh informasi, sekaligus menghadirkan tantangan dalam memastikan kebenarannya. Kaprodi S1 Ilmu Komunikasi UMC Cirebon sekaligus anggota Jaringan Pegiat Literasi Digital (JAPELIDI), Ida Ri'aeni, S.Sos, M.I.Kom, C.I.QaR mengatakan masyarakat saat ini menghadapi kondisi banjir informasi yang berbeda dibandingkan masa ketika sumber informasi masih terbatas.
Kemudahan teknologi membuat informasi dapat diperoleh hanya melalui beberapa langkah di perangkat digital. “Sekarang kita bisa mendapatkan banyak informasi, bahkan banjir informasi,” ujarnya pada Program Literasi Digital RRI Cirebon pada Selasa, 29 September 2026.
Ia menyebut perkembangan kecerdasan buatan turut membuat proses pencarian informasi menjadi semakin mudah. Namun, kemudahan tersebut dapat menjadi persoalan ketika pengguna langsung mempercayai informasi yang diberikan teknologi tanpa kembali memeriksa sumbernya.
Menurutnya, masyarakat tetap perlu memastikan data dan informasi yang diperoleh benar atau tidak. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena informasi digital dapat berasal dari berbagai sumber dengan tingkat kredibilitas yang berbeda.
“Di satu sisi kemudahan, namun juga menjadi tantangan untuk memverifikasi apakah informasi yang disajikan oleh media digital dapat dipercaya atau tidak,” katanya.
Ia menilai kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu bekal penting dalam menghadapi kondisi tersebut. Masyarakat perlu mengidentifikasi bukti, membedakan fakta dan pendapat, serta membandingkan informasi dari berbagai sumber sebelum mengambil kesimpulan.
Ia juga mendorong masyarakat mempertimbangkan kemungkinan adanya penjelasan alternatif terhadap suatu informasi. Informasi yang diperoleh dari satu sumber sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai satu-satunya kebenaran.
“Literasi digital tanpa berpikir kritis dapat membuat seseorang terampil menggunakan teknologi tetapi mudah dimanipulasi oleh informasi,” ujarnya.
Menurutnyaa, proses menyaring informasi harus dilakukan sebelum masyarakat mengambil keputusan untuk membagikan informasi kepada orang lain. Selain menjaga kualitas informasi di ruang digital, sikap tersebut juga berkaitan dengan keamanan serta budaya masyarakat dalam menggunakan ruang digital.
Dengan demikian, kemampuan menggunakan teknologi perlu berjalan bersama kemampuan berpikir kritis. Masyarakat diharapkan mampu lebih hati-hati memilih informasi, memeriksa sumber, memahami konteks, dan mempertimbangkan dampaknya sebelum melakukan tindakan di ruang digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....