Literasi Digital Jadi Bekal Menyaring Informasi sebelum Dibagikan

  • 30 Sep 2026 16:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Literasi digital diperlukan masyarakat agar mampu menyaring informasi sebelum membagikannya di ruang digital. Kaprodi S1 Ilmu Komunikasi UMC Cirebon sekaligus anggota Jaringan Pegiat Literasi Digital (JAPELIDI), Ida Ri'aeni, S.Sos, M.I.Kom, C.I.QaR mengatakan literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi.

Menurutnya, literasi digital mencakup kemampuan mengakses, memahami, mengevaluasi, menggunakan, menciptakan, dan mengomunikasikan informasi secara kritis, etis, aman, dan bertanggung jawab. “Literasi digital adalah kemampuan diri, kemampuan seseorang untuk mengakses, memahami, kemudian juga mengevaluasi, menggunakan, menciptakan, dan mengkomunikasikan informasi secara kritis, etis, aman, dan dengan bertanggung jawab,” ujarnya pada Program Literasi Digital RRI Cirebon pada Selasa, 29 September 2026.

Ia menjelaskan, literasi digital dalam konteks Indonesia memiliki empat pilar yang meliputi keterampilan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital. Keempatnya menjadi fondasi masyarakat dalam menjalankan aktivitas di ruang digital.

Ia menyebut keterampilan digital membantu masyarakat menggunakan teknologi sekaligus mencari dan memastikan kebenaran informasi. Sementara etika digital berkaitan dengan pertimbangan terhadap norma, nilai, hak, serta dampak dari komunikasi yang dilakukan.

Menurutnya, keamanan digital juga penting untuk melindungi data, privasi, akun, dan identitas digital. Adapun budaya digital berkaitan dengan kemampuan membangun kehidupan digital yang sesuai dengan nilai sosial, budaya, nasional, dan keberagaman Indonesia.

Ia menilai kemampuan literasi digital perlu terus diasah karena perkembangan informasi berlangsung secara dinamis. Masyarakat juga perlu memperkaya pengetahuan agar mampu memastikan informasi yang diterima di ruang digital dapat dipercaya sebelum diteruskan kepada orang lain.

“Ini menjadi proses epistemik dan etis, bagaimana kita sebagai individu dapat memperoleh informasi, kemudian juga menilai kredibilitasnya, memahami konteksnya, menilai konsekuensinya agar kita dapat mengambil keputusan apakah informasi itu layak untuk disampaikan lagi,” katanya.

Ia menegaskan, kebiasaan menyaring informasi sebelum membagikannya menjadi bagian penting dari literasi digital. Dengan kemampuan tersebut, masyarakat diharapkan tidak sekadar terampil menggunakan teknologi, tetapi juga mampu bertanggung jawab atas informasi yang disebarkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....