Mengenal Lebih Dekat Alat Pacu Jantung yang Digunakan di Rumah Sakit
- 31 Agt 2026 21:54 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID,Cirebon - Alat pacu jantung atau pacemaker merupakan perangkat medis berukuran kecil yang digunakan untuk membantu menjaga detak jantung tetap teratur. Perangkat ini terutama diberikan kepada pasien yang mengalami gangguan irama jantung, khususnya ketika jantung berdetak terlalu lambat atau mengalami gangguan pada sistem listriknya. American Heart Association menjelaskan, pacemaker bekerja dengan memberikan impuls listrik ketika diperlukan agar jantung dapat mempertahankan irama yang sesuai.
Alat pacu jantung yang disebut Pacemaker digunakan pada pasien dengan gangguan irama tertentu, seperti bradikardia atau denyut jantung yang terlalu lambat, serta beberapa kasus heart block. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pusing, mudah lelah, sesak napas hingga pingsan karena jantung tidak memompa darah secara optimal. Dokter spesialis jantung akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk menentukan apakah pasien memang membutuhkan alat tersebut.
Pacemaker memiliki generator yang berisi baterai dan rangkaian elektronik, serta pada jenis konvensional dilengkapi kabel kecil atau leads yang terhubung ke jantung. Sensor pada perangkat dapat mendeteksi aktivitas jantung. Ketika mendeteksi denyut yang terlalu lambat atau jeda tertentu, alat akan mengirimkan impuls listrik kecil untuk merangsang jantung berdetak. Dengan demikian, pacemaker tidak bekerja terus-menerus, melainkan dapat memberikan rangsangan sesuai kebutuhan.
Pada pacemaker konvensional, generator biasanya ditempatkan di bawah kulit dada, dekat tulang selangka, sedangkan kabel diarahkan melalui pembuluh darah menuju jantung. Prosedur umumnya dilakukan di rumah sakit oleh dokter spesialis jantung dengan anestesi lokal dan dapat berlangsung sekitar satu jam, meskipun waktunya bisa berbeda sesuai kondisi pasien. Setelah pemasangan, fungsi alat akan diperiksa sebelum pasien diperbolehkan pulang.
Perkembangan teknologi medis juga menghadirkan leadless pacemaker atau alat pacu jantung tanpa kabel. Berbeda dengan jenis konvensional, perangkat ini berbentuk lebih kecil dan dapat ditempatkan langsung di dalam jantung melalui kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah. NHS menjelaskan bahwa jenis tanpa kabel tersebut dapat menjadi pilihan bagi pasien tertentu, terutama pada kondisi denyut jantung yang terlalu lambat. Namun, pemilihan jenis pacemaker tetap harus berdasarkan penilaian dokter dan kondisi medis masing-masing pasien.
Seseorang perlu mendapatkan alat pacu jantung idak hanya berdasarkan angka denyut jantung, tetapi juga penyebab gangguan irama, gejala, hasil pemeriksaan jantung, dan kondisi keseluruhan pasien. Setelah alat terpasang, pasien tetap membutuhkan pemeriksaan dan pemantauan secara berkala. MedlinePlus menyebut baterai pacemaker dapat bertahan selama beberapa tahun dan perlu diperiksa secara rutin untuk memastikan perangkat berfungsi dengan baik.
PPasien dengan gangguan irama jantung tertentu yang dinilai membutuhkan terapi tersebut membutuhkan Pacemaker.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....