Efisiensi Tenaga Kerja akibat Otomatisasi AI Sektor Tech

  • 27 Jul 2026 21:54 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Gelombang PHK di industri teknologi global berlanjut dengan adopsi sistem kecerdasan buatan dan otomatisasi sebagai alasan utama perusahaan memangkas tenaga kerja.
  • Monday.com menjadi salah satu perusahaan teknologi terbaru yang melakukan efisiensi karyawan demi beralih ke sistem AI, berdasarkan laporan TechCrunch.
  • Lebih dari puluhan perusahaan teknologi lainnya telah mengambil langkah serupa dalam periode yang sama, menunjukkan tren dominan di sektor industri teknologi.

RRI.CO.ID, Cirebon - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri teknologi dunia kembali berlanjut dengan alasan baru yang kian mendominasi. Banyak perusahaan teknologi secara terbuka mengaitkan keputusan efisiensi tenaga kerja mereka dengan adopsi sistem kecerdasan buatan dan otomatisasi.

Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh TechCrunch, Monday.com menjadi salah satu nama terbaru dalam daftar panjang korporasi yang memangkas jumlah karyawan demi peralihan ke AI. Fenomena ini menambah daftar lebih dari puluhan perusahaan teknologi lain yang mengambil langkah serupa dalam periode yang sama.

Penggunaan agen otomatis dan alat pemrogram berbasis AI dinilai berhasil meningkatkan efisiensi operasional internal perusahaan secara drastis. Akibatnya, kebutuhan akan tenaga kerja manusia pada posisi-posisi rutin dan teknis tingkat dasar mengalami penurunan yang signifikan.

Kendati manajemen perusahaan berkali-kali menyatakan bahwa AI digunakan untuk meningkatkan efektivitas kerja, para pengamat ekonomi menyuarakan kekhawatiran atas dampak sosial jangka panjangnya. Peralihan menuju efisiensi ini berpotensi menciptakan ketimpangan keterampilan pada pasar tenaga kerja global.

Para pekerja di bidang pengodingan dasar, layanan pelanggan, serta analisis data mentah menjadi kelompok yang paling terdampak oleh otomatisasi ini. Mereka dituntut untuk dengan cepat meningkatkan keterampilan (upskilling) agar tetap relevan di industri yang berubah cepat.

Di sisi lain, adopsi AI ini juga membuka peluang terciptanya peran-peran baru yang berfokus pada tata kelola AI, etika kecerdasan buatan, dan pengawasan sistem otonom. Namun, jumlah lapangan kerja baru ini diperkirakan belum sebanding dengan kuota pengurangan karyawan saat ini.

Sebagaimana diulas oleh TechCrunch, tren perampingan organisasi demi investasi infrastruktur AI diperkirakan masih akan terus berlangsung seiring semakin matangnya kemampuan otomatisasi cerdas di berbagai sektor usaha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....