Dua Hari Workshop, Media Homeless Ciayumajakuning Bahas Bisnis dan AI

  • 28 Agt 2026 09:10 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Homeless Media Ciayumajakuning mengadakan workshop dua hari pada tanggal 27-28 Agustus 2026 untuk memperkuat ekosistem bisnis media lokal.
  • Workshop bertema 'Membangun Ekosistem Bisnis di Era Konvergensi' difokuskan pada tantangan digitalisasi dan perkembangan kecerdasan buatan dalam industri media.
  • Kegiatan diselenggarakan di Embun Sangga Langit, Kabupaten Kuningan, sebagai upaya menghadapi transformasi digital dan inovasi teknologi dalam media lokal.

RRI.CO.ID, Kuningan - Homeless Media Ciayumajakuning menggelar workshop selama dua hari, 27-28 Agustus 2026, untuk memperkuat ekosistem bisnis media lokal di tengah perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI). Kegiatan bertema Membangun Ekosistem Bisnis di Era Konvergensi tersebut berlangsung di Embun Sangga Langit, Kabupaten Kuningan.

Rangkaian kegiatan di Embun Sangga Langit mencakup materi Perkembangan Digitalisasi Media Sosial di Daerah Ciayumajakuning yang disampaikan Chandra Iswinarto dan materi Pengembangan AI sebagai Tools Mempermudah Produksi Kreasi Konten oleh Rendy. Agenda kemudian dilanjutkan dengan business coaching dan aktivasi sponsor.

Chandra menjelaskan perkembangan media digital membuat media lokal perlu menyesuaikan pola produksi dan distribusi konten dengan perubahan perilaku audiens. “Perubahan pola konsumsi informasi membuat media tidak cukup hanya mengandalkan website. Media perlu memahami karakter setiap platform dan menyesuaikan bentuk kontennya dengan audiens,” kata Chandra, Kamis, 27 Agustus 2026.

Baca juga: Kopi Merah Putih Embun Sangga Langit, Sensasi Mint Bikin Nagih

Sementara itu, Rendy memberikan pelatihan pemanfaatan tools Google AI untuk membantu pekerjaan media, khususnya dalam proses produksi kreasi konten. Menurut Rendy, AI dapat ditempatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi kerja media, bukan menggantikan peran manusia dalam menentukan gagasan dan mengolah informasi.

“AI itu tools untuk membantu pekerjaan. Penggunaannya tidak otomatis membuat performa konten turun di algoritma. Yang penting bagaimana kita menggunakannya secara tepat dan tetap memiliki kontrol terhadap konten,” ujar Rendy.

Pembahasan juga mencakup perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi. Media sosial kini menjadi salah satu saluran utama bagi audiens untuk menemukan informasi, sementara perkembangan fitur berbasis AI turut mengubah cara pengguna mengakses informasi dari mesin pencari.

Kondisi tersebut membuat media lokal perlu mengembangkan berbagai format konten, seperti video, podcast, foto, maupun aktivitas kreatif lainnya. Distribusi konten juga perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing platform.

Selain persoalan teknologi, workshop membahas aspek bisnis media melalui sesi business coaching dan aktivasi sponsor. Pembahasan tersebut diarahkan pada upaya membangun keberlanjutan media lokal melalui pengembangan jaringan dan kolaborasi.

Agenda kemudian berlanjut menuju Tabalong pada sore hari. Peserta mengikuti ramah tamah dan kreasi konten sebelum memasuki sesi rencana tindak lanjut.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas pembentukan komunitas Media Homeless Ciayumajakuning sebagai wadah bagi media-media lokal di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Komunitas diarahkan menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan, memperkuat jaringan, meningkatkan kapasitas anggota, serta saling mendukung dalam menghadapi persoalan bisnis, perkembangan teknologi, perubahan algoritma, dan aspek hukum dalam aktivitas media digital.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penggunaan ulang konten atau repost. Kasus akun Instagram Cirebon Berita yang melakukan repost konten Polresta Cirebon dan kemudian dilaporkan terkait Undang-Undang ITE menjadi pembelajaran bagi anggota komunitas mengenai pentingnya memahami hak cipta, penggunaan konten, serta risiko hukum distribusi informasi digital.

Ketua Homeless Media Ciayumajakuning, Panji Prayitno, mengatakan pembentukan komunitas diperlukan agar media-media lokal memiliki wadah yang lebih terstruktur. “Kita membutuhkan wadah bersama agar media-media lokal bisa saling mendukung, bertukar pengetahuan, memperkuat jaringan, dan menghadapi berbagai persoalan dalam pengelolaan media digital,” kata Panji.

Baca juga: Blue Moon dan Tarawangsa Ciptakan Malam Syahdu di Embun Sangga Langit

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Safrul Bakti ditetapkan sebagai pembina dan Panji Prayitno sebagai ketua Media Homeless Ciayumajakuning. Komunitas juga menjajaki masuk ke dalam ekosistem GEKRAF Cirebon melalui kemungkinan pembentukan badan otonom.

Skema tersebut diharapkan memungkinkan komunitas tetap mengatur kegiatan internal sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan ekosistem ekonomi kreatif. Pertemuan dua hari tersebut menjadi langkah awal penguatan jaringan media lokal Ciayumajakuning.

Fokusnya tidak hanya pada produksi konten, tetapi juga peningkatan kapasitas, pemanfaatan teknologi AI, pengembangan bisnis, kolaborasi, distribusi konten, serta pemahaman aspek hukum dalam menghadapi perubahan industri media digital. Agenda dilanjutkan di SINAU Tabalong, Kota Cirebon, dengan ramah tamah, kreasi konten, serta penyusunan rencana tindak lanjut komunitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....