Blue Moon dan Tarawangsa Ciptakan Malam Syahdu di Embun Sangga Langit
- 31 Mei 2026 18:30 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Suasana malam di lereng Gunung Ciremai terasa berbeda di kawasan wisata Embun Sangga Langit, Palutungan-Cisantana, Kabupaten Kuningan, Minggu, 31 Mei 2026..
Bertepatan dengan fenomena astronomi Blue Moon, para pengunjung yang memadati area glamping dan restoran disuguhi pertunjukan seni tradisional Tarawangsa yang menghadirkan nuansa syahdu di tengah dinginnya udara pegunungan.
Alunan musik Tarawangsa yang berasal dari perpaduan alat musik gesek dan petik tradisional Sunda menggema di antara kabut yang menyelimuti kawasan wisata. Suara khas instrumen tersebut berpadu dengan panorama bulan purnama yang menggantung di langit malam, menciptakan pengalaman yang jarang ditemui para wisatawan.
Pertunjukan digelar di panggung kayu terbuka yang berada di area Embun Sangga Langit. Sorotan lampu panggung yang menerangi para pemain menambah suasana dramatis di tengah gelapnya malam. Para seniman lokal yang mengenakan pakaian adat Sunda berwarna hitam lengkap dengan iket kepala tampil penuh penghayatan membawakan alunan Tarawangsa.
Dua pemain instrumen utama duduk bersila di bagian depan panggung, memainkan dawai dengan gerakan yang tenang namun penuh ekspresi. Sementara para personel lainnya mengiringi dari belakang, menciptakan harmoni yang menyatu dengan suasana alam lereng Ciremai.
Penampilan yang sederhana namun sarat makna itu berhasil menarik perhatian para pengunjung. Banyak wisatawan memilih berkumpul di sekitar panggung, menikmati pertunjukan hingga usai sambil mengabadikan momen Blue Moon yang muncul di langit malam.
Salah seorang wisatawan asal Jabodetabek, Anastasia (28), mengaku tidak menyangka akan mendapatkan pengalaman yang begitu berkesan saat menginap di Embun Sangga Langit.
"Jujur, awalnya saya ke sini cuma mau healing dan cari ketenangan di glamping-nya. Tapi pas malam ada musik Tarawangsa ini, rasanya magis banget. Perpaduan antara kabut gunung, pemandangan Blue Moon di atas, sama musik gesek Tarawangsa bikin saya merinding sekaligus tenang banget. Ini benar-benar pengalaman yang gak bakal terlupakan," ujarnya.
Antusiasme serupa disampaikan Rudi (34), wisatawan asal Pontianak yang datang ke Kuningan memanfaatkan libur panjang akhir Mei.
"Keren banget. Saya baru pertama kali dengar musik tradisional Sunda yang se-intimate ini secara langsung. Konsep Embun Sangga Langit yang memadukan fasilitas modern dengan sentuhan budaya lokal seperti ini patut diacungi jempol. Saya sengaja gak masuk kamar dulu demi bisa dengerin sampai selesai," tutur Rudi.
Asisten General Manager Embun Sangga Langit, Haris Winata, mengatakan pertunjukan Tarawangsa sengaja dihadirkan sebagai bagian dari komitmen pengelola dalam menjaga dan memperkenalkan budaya Sunda kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
Menurutnya, Embun Sangga Langit tidak hanya menawarkan pengalaman menginap dan menikmati panorama alam pegunungan, tetapi juga berupaya menghadirkan kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari daya tarik wisata.
"Kami tidak ingin tempat ini hanya sekadar menjadi tempat menginap yang modern. Kami ingin Embun Sangga Langit menjadi wadah di mana modernitas fasilitas glamping Seruni atau Edelweiss kami bisa berjalan beriringan dengan kelestarian budaya Sunda. Dan melihat antusiasme luar biasa dari para tamu malam ini, kami merasa misi itu tersampaikan," kata Haris.
Ia mengungkapkan, upaya menghadirkan pertunjukan budaya tersebut dilakukan di tengah meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Embun Sangga Langit. Sepanjang Mei 2026, angka kunjungan tercatat melonjak hingga 300 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Lonjakan kunjungan itu, menurut Haris, menjadi dorongan bagi pengelola untuk terus menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya lokal kepada para tamu.
Malam yang menjadi penutup sisa libur panjang Mei 2026 itu akhirnya berakhir dengan tepuk tangan meriah dari para pengunjung. Perpaduan fenomena Blue Moon, udara dingin pegunungan, dan syahdunya alunan Tarawangsa meninggalkan kesan mendalam bagi para wisatawan yang datang dari berbagai penjuru Tanah Air.
Bagi banyak pengunjung, malam itu bukan sekadar menikmati hiburan. Di Embun Sangga Langit, mereka merasakan bagaimana keindahan alam lereng Gunung Ciremai dapat berpadu dengan warisan budaya Sunda dalam satu pengalaman wisata yang berkesan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....