Kewaspadaan Digital Jadi Kunci Cegah Kejahatan Siber AI

  • 04 Feb 2026 15:25 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Ancaman kejahatan siber di era AI tidak hanya menyasar instansi dan lembaga, tetapi juga masyarakat secara personal. Berbagai modus penipuan digital, seperti scam dan deepfake, kini semakin marak.

Ketua Relawan TIK Jawa Barat, Muhammad Arifin, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam beraktivitas di ruang digital. Menurutnya, dunia digital harus diperlakukan layaknya dunia nyata yang memiliki batasan.

“Di ranah personal yang pasti kita harus waspada dan jangan gampang percaya,” kata Arifin pada Senin, 2 Februari 2026. Ia menjelaskan, kemudahan berinteraksi di media sosial kerap membuat masyarakat lengah. 

Padahal, tidak semua pihak di dunia maya dapat dipercaya begitu saja. “Seperti di dunia nyata, kita enggak kenal orangnya, enggak tahu lingkungannya, maka harus ada batasan komunikasi,” ujarnya.

Baca juga : Serangan Siber Berbasis AI Masif, Keamanan Digital Diperkuat

Arifin menekankan bahwa kewaspadaan merupakan bagian dari empat pilar literasi digital, khususnya digital safety. Rendahnya pemahaman keamanan digital menjadi faktor utama tingginya korban kejahatan siber.

“Kejahatan siber itu 80 persen korbannya karena ketidakpahaman, bukan karena canggihnya serangan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari penggunaan WiFi publik saat melakukan aktivitas penting. Transaksi keuangan dan komunikasi penting sebaiknya dilakukan melalui jaringan yang aman.

“Hindari akses WiFi publik untuk komunikasi berat seperti transaksi,” katanya.

Selain itu, masyarakat diminta mengaktifkan autentikasi dua faktor dan waspada terhadap konten deepfake. Teknologi AI memungkinkan pemalsuan suara dan wajah yang tampak sangat meyakinkan.

“Sekarang AI memungkinkan deepfake suara dan wajah yang kelihatannya sangat real,” ucapnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....