Waspada Modus Kejahatan di Mesin ATM: Kenali Cara Kerjanya agar Saldo Tetap Aman

  • 21 Mei 2026 18:14 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan secara cepat. Namun, di balik kemudahannya, mesin ATM tetap menjadi sasaran empuk bagi para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.

Seiring dengan perkembangan teknologi, modus operandi yang digunakan para pelaku pun semakin beragam dan sulit dideteksi secara kasat mata, sehingga menuntut kewaspadaan ekstra dari setiap nasabah. ‎Salah satu modus yang paling klasik namun masih sering terjadi adalah skimming.

Praktik ini dilakukan dengan cara memasang alat pemindai (skimmer) pada slot kartu di mesin ATM untuk mencuri data dari pita magnetik kartu nasabah. Tidak hanya itu, pelaku biasanya memasang kamera tersembunyi yang diletakkan di area sekitar tombol PIN untuk merekam kode rahasia pengguna.

Dengan kombinasi data kartu dan nomor PIN tersebut, pelaku dapat dengan mudah menduplikasi kartu nasabah dan menguras isinya tanpa perlu memegang fisik kartu aslinya. ‎Selain teknik digital, terdapat pula modus konvensional yang melibatkan manipulasi fisik mesin, seperti ganjal lubang kartu.

Dalam skenario ini, pelaku sengaja memasang benda asing seperti batang korek api atau plastik tipis agar kartu nasabah tersangkut. Saat nasabah panik, pelaku yang berpura-pura menjadi penolong akan datang dan mengarahkan korban untuk menekan nomor PIN mereka atau bahkan menyarankan untuk menghubungi nomor layanan pelanggan palsu yang sudah ditempel di mesin tersebut.

Melalui nomor palsu inilah, pelaku yang berpura-pura sebagai petugas bank akan meminta data pribadi dan PIN korban. ‎Modus lain yang cukup berbahaya adalah shoulder surfing atau mengintip dari balik bahu.

Meski terlihat sederhana, teknik ini sering kali efektif di lokasi ATM yang ramai atau memiliki ruang yang sempit. Pelaku akan berdiri cukup dekat dengan korban dan memperhatikan gerakan tangan saat korban memasukkan PIN.

Setelah mendapatkan PIN, pelaku biasanya akan mencari celah untuk mencuri kartu fisik melalui teknik pengalihan isu, seperti menjatuhkan uang di lantai atau berpura-pura memberitahu ada kotoran di baju korban agar perhatian korban teralih. ‎Untuk menghindari menjadi korban kejahatan tersebut, masyarakat sangat disarankan untuk selalu memeriksa kondisi fisik mesin ATM sebelum melakukan transaksi.

Pastikan tidak ada benda mencurigakan pada slot kartu atau di sekitar keypad, serta selalu tutup tangan saat memasukkan PIN. Selain itu, penggunaan fitur cardless (transaksi tanpa kartu) melalui aplikasi mobile banking kini jauh lebih disarankan karena meminimalisir risiko skimming.

Jika terjadi kendala pada mesin, segera hubungi nomor resmi bank yang tertera pada layar ATM atau aplikasi resmi, dan jangan pernah memberikan informasi PIN kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....