Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Guru di Kesambi Dilatih Dampingi ABK
- 13 Mei 2026 15:40 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Kota Cirebon menggelar Pelatihan Pendamping Anak Berkebutuhan Khusus (ABK/Inklusi) di Graha Pancaniti Kecamatan Kesambi, pada Selasa, 12 Mei 2026, sebagai upaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Kegiatan yang dibuka Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, itu diikuti 132 peserta dari unsur SD, PAUD, KB, SPS, dan TPA se-Kecamatan Kesambi.
Pada kesempatan tersebut, Camat Kesambi, Eko Budiyanto, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Kegiatan itu sekaligus merupakan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman sekaligus kapasitas para guru pendamping dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif di sekolah masing-masing. Harapannya, layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Kesambi dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima RRI pada Selasa, 12 Mei 2026.
Menurut Eko, pendidikan inklusif menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh anak memperoleh hak pendidikan yang setara, termasuk di sekolah reguler. Karena itu, peningkatan kapasitas guru dinilai penting agar proses pendampingan terhadap anak berkebutuhan khusus dapat berjalan lebih baik.
Ia menambahkan, bahwa pelatihan tersebut juga menjadi ruang diskusi bagi tenaga pendidik. Dalam forum itu, para pendidik dapat berbagi pengalaman serta tantangan selama mendampingi anak berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah.
“Harapannya kegiatan ini mampu memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif," ucapnya menuturkan. Ia berharap seluruh anak di Kota Cirebon dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan setara.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menegaskan pendidikan inklusi tidak hanya berkaitan dengan penempatan anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Hal tersebut juga mencakup perubahan cara pandang masyarakat terhadap keberagaman.
“Pendidikan inklusi bukan hanya soal kebijakan administratif menempatkan anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Lebih dari itu, inklusi adalah perubahan cara pandang kita sebagai masyarakat dalam menerima keberagaman,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....