Golkar DPRD Indramayu Soroti Sampah hingga Wisata Pantai Tirtamaya
- 21 Jul 2026 20:52 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu - Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Indramayu menyampaikan laporan hasil reses Masa Persidangan II Tahun 2026 dalam rapat paripurna pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan tersebut menyoroti berbagai aspirasi masyarakat mulai dari kondisi objek wisata Pantai Tirtamaya, persoalan sampah, hingga minimnya fasilitas olahraga.
Aspirasi warga dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 tersebut disampaikan secara resmi melalui anggota Fraksi Partai Golkar, Ibnu Rismanysah dan H. Durosid. Berbagai masukan masyarakat itu dilaporkan sebagai bahan evaluasi terhadap penyelenggaraan pembangunan serta pelayanan publik di Kabupaten Indramayu.
Dalam laporannya, kedua legislator tersebut menyoroti perlunya pembenahan destinasi wisata Pantai Tirtamaya agar mampu bersaing dan kembali menjadi tujuan wisata unggulan. Penataan kawasan dinilai mendesak agar objek wisata milik pemerintah daerah tersebut tidak kalah berdaya saing dari tempat wisata swasta.
"Objek wisata Pantai Tirtamaya yang dikelola Pemda melalui Dinas Pariwisata perlu segera dibenahi agar menjadi destinasi wisata yang unggul yang mampu menarik minat wisatawan," ujar Hj. Idah Nuryani, S.E., saat membacakan laporan paripurna hasil reses Masa Persidangan II Tahun 2026. "Karena banyak fasilitas di kawasan Pantai Tirtamaya tersebut sudah pada rusak, jangan sampai kalah sama pantai yang dikelola oleh pihak swasta," ucapnya menambahkan.
Selain sektor pariwisata, masalah tumpukan sampah juga menjadi perhatian utama yang dinilai terjadi secara menyeluruh di semua daerah pemilihan. Kondisi tersebut memerlukan penanganan yang serius serta terstruktur mulai dari tingkat kabupaten hingga lingkungan rukun tetangga (RT).
"Yang kedua, masalah sampah. Sebetulnya masalah sampah ini tidak hanya terjadi di Dapil 2 tapi menyeluruh di semua dapil, di kota dan desa-desa belum ada penanganan serius," katanya. "Dalam banyak kesempatan kami Fraksi Partai Golkar sudah sering mengingatkan agar ada upaya yang terstruktur, dari kabupaten sampai RT untuk menangani sampah. Tapi rupanya bupati tidak mengindahkan atau memang tidak punya cara untuk menyelesaikan permasalahan ini," ujarnya menambahkan.
Fraksi Partai Golkar juga menyayangkan tumpukan sampah yang masih mudah ditemukan berserakan di berbagai ruas jalan wilayah Indramayu. Mereka menilai gagasan pengelolaan sampah melalui sistem TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) hingga kini belum diwujudkan secara optimal.
"Sampai hari ini kita masih menyaksikan tumpukan sampah yang 'blaratan' di jalan-jalan. Gagasan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) masih sekedar wacana di awang-awang. Apakah kita tidak mau melihat kabupaten kita yang bersih, indah, dan rapi?," ucapnya.
Di samping persoalan pariwisata dan sampah, masyarakat di Dapil 2 turut mengeluhkan minimnya fasilitas olahraga yang tersedia. Fraksi Partai Golkar mendesak pemerintah daerah memberikan perhatian serius mengingat olahraga menjadi sarana krusial untuk pembinaan dan penyaluran minat pemuda.
"Fasilitas olahraga dan dukungan infrastruktur. Warga kami mengeluhkan minimnya fasilitas olahraga. Komitmen untuk mendorong fasilitas keolahragaan mesti menjadi perhatian kita karena olahraga adalah sarana yang tepat untuk penyaluran hobi dan pembinaan di masyarakat," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....