Dugaan Pelecehan Seksual, Pemulung di Indramayu Ancam Korban Masuk Karung
- 24 Apr 2026 20:47 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu - Dua bocah berinisial KP (5) dan RA (6) diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pemulung bernama Warta (53) di Desa Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Peristiwa memilukan ini menimpa kedua korban saat mereka sedang bermain di sekitar lingkungan sekolah PAUD setempat.
Babinsa Koramil 1604/Jatibarang, Kopka Geger, menjelaskan bahwa kejadian bermula pada Minggu pagi, 19 April 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Pelaku tiba-tiba datang menghampiri kemudian menarik kedua korban untuk melakukan tindakan yang tidak pantas.
Terduga pelaku dilaporkan sempat melontarkan ancaman kekerasan agar kedua korban tersebut tidak berteriak saat kejadian berlangsung. “Terduga pelaku mengancam apabila Korban KP dan RA teriak akan dimasukan ke karung,” kata Kopka Geger pada Jumat, 24 April 2026.
Setelah kejadian tersebut, kedua korban yang merasa ketakutan segera pulang untuk melaporkan tindakan pelaku kepada orang tua mereka. Orang tua korban langsung bergerak cepat melakukan pencarian dan berhasil menemukan keberadaan pelaku tidak jauh dari lokasi kejadian.
Warga sekitar yang mengetahui hal tersebut kemudian membantu menangkap pelaku untuk dibawa ke kantor perangkat desa setempat guna menghindari amuk massa. Pihak Babinsa bersama Bhabinkamtibmas Polsek Jatibarang kemudian mengamankan tersangka menuju Mapolres Indramayu.
Pelaku beserta kedua korban dibawa langsung ke ruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) untuk proses hukum lebih lanjut. “Kasus ini langsung ditangani Kanit PPA Polres Indramayu,” kata Kopka Geger dalam keterangannya.
Terdapat informasi bahwa laporan yang sempat disampaikan kepada pihak sekolah diduga tidak segera ditindaklanjuti secara cepat. Hal tersebut disayangkan karena sempat memberi celah bagi terlapor untuk mencoba melarikan diri dari tanggung jawab.
Saat ini pihak kepolisian bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk menangani kasus hukum serta memberikan pemulihan psikologis bagi para korban. "Saat ini, pihak terkait terus berkoordinasi dengan kepolisian dan dinas terkait untuk penanganan kasus serta pemulihan psikologis para korban," ujar unsur TNI dan Polri tersebut.
Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi guna memperkuat bukti-bukti terkait dugaan pelecehan seksual ini. Penanganan intensif terus dilakukan agar para korban mendapatkan keadilan atas peristiwa traumatis yang mereka alami.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....