Cara Mengobati Kucing Sakit Mata Sesuai Jenis Penyakitnya

  • 30 Jun 2026 22:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Melihat mata kucing kesayangan berair, merah, atau tertutup belek tentu membuat pemiliknya khawatir. Namun, memberikan sembarang obat tetes mata terutama obat mata manusia bisa berdampak fatal hingga memicu kebutaan pada kucing. Kunci utama kesembuhan sakit mata pada kucing adalah memberikan pengobatan yang tepat sasaran sesuai penyebabnya. Beda jenis penyakitnya, beda pula jenis obat dan penanganannya.

Dilansir dari petpintar.com Kamis, 04 Maret 2021Berikut adalah panduan cara mengobati sakit mata pada kucing berdasarkan jenis penyakit yang paling sering menyerang:

1. Konjungtivitis (Pink Eye)

Konjungtivitis atau peradangan pada lapisan merah muda di sekitar mata kucing dapat menyebabkan mata kucing Anda terlihat merah dan bengkak. Gejala ini bisa terjadi hanya pada satu mata atau dua-duanya. Mata kucing akan menjadi lebih sensitif terhadap cahaya dan mengeluarkan semacam lendir yang bening atau kental. Kotoran mata akan terlihat berwarna jernih, abu-abu, kuning, hijau, atau bahkan merah tua. Penyakit ini biasanya disertai demam, diare, bersin-bersin, hingga kesulitan bernapas. Penyakit ini biasanya diobati dengan antibiotik topikal dalam bentuk tetes ataupun salep. Jika konjungtivitis terjadi akibat penyakit pernapasan bagian atas, dokter hewan akan memberikan obatnya juga.

2. Infeksi Mata

Infeksi mata pada kucing bukan hanya konjungtivitis. Infeksi mata lainnya kerap disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atas yang menyebar ke mata. Infeksi bisa disebabkan oleh banyak penyakit seperti bakteri, virus, jamur, hingga parasit. Yang paling umum adalah virus feline calicivirus. Gejala yang akan ditunjukkan oleh kucing adalah ia sering menggosok dan menyipitkan matanya. Selain itu, matanya akan terlihat kemerahan dan bengkak, keluarnya cairan dari mata, serta si kucing akan sering bersin-bersin dan mengeluarkan ingus. Untuk mengobatinya, Anda perlu mengetahui infeksi apa yang menyerang kucing. Untuk itu, kamu sebaiknya membawanya ke dokter hewan agar mengetahui penyebab infeksi. Pengobatan infeksi ringan biasanya berfokus untuk mengobati gejala dengan memberikan istirahat, menjaga mata tetap bersih, serta menyediakan makan dan minum yang sehat. Kalau infeksi cukup parah, biasanya akan diberikan salep topikal atau obat tetes mata.

3. Iritasi

Enggak cuma manusia, kucing pun bisa mengalami iritasi pada matanya. Walaupun kucing pada umumnya tidak memiliki alergi yang menyebabkan mata gatal dan berair, bisa saja iritasi disebabkan oleh lingkungannya yang buruk. Penyebab iritasi mata pada kucing biasanya berupa wewangian yang kuat seperti parfum, bahan kimia pembersih, asap tembakau, dan debu. Jika cairan atau asapnya masuk ke mata kucing, mata kucing bisa iritasi. Anda bisa memperhatikan apakah si kucing merasa tidak nyaman dengan matanya. Kalau ia kerap menggosokkan dan menyipitkan matanya yang terlihat kemerahan atau bengkak, kemungkinan ia sedang mengalami iritasi. Cara mengobatinya adalah dengan membilas matanya dengan larutan pencuci mata. Walaupun begitu, sebaiknya Anda memeriksakannya ke dokter hewan karena gejala iritasi mirip dengan gejala penyakit mata yang lebih serius.

4. Gangguan Kornea

Buat Anda yang belum tahu, kornea merupakan lapisan pelindung luar mata. Fungsi utamanya adalah menentukan fokus mata pada objek tertentu. Bagian mata kucing yang satu ini rentan terkena penyakit, loh. Kornea kucing bisa mengalami radang, terluka, atau memborok. Akibatnya, mata kucing akan terlihat keruh dan meradang. Kucing akan terlihat sering mengedipkan mata secara berlebihan dan produksi air matanya meningkat. Jika kucing mengalami borok ringan, biasanya akan sembuh setelah penyebab utamanya diobati. Tapi jika sampai ada semacam bisul yang masuk ke dalam mata, kucing akan membutuhkan pembedahan untuk menyembuhkannya.

5. Glaukoma

Glaukoma terjadi akibat tekanan pada mata akibat adanya penumpukan cairan berlebih. Penyakit ini tergolong serius karena jika dibiarkan dapat menyebabkan kebutaan atau kerusakan permanen. Penyakit ini dapat terjadi akibat kelainan anatomi, infeksi mata, peradangan, trauma, hingga tumor. Bola mata kucing akan terlihat bengkak, keruh, berair, atau memerah. Kucing juga akan kerap menarik diri dari orang-orang. Karena tergolong berbahaya, sebaiknya Anda segera membawanya ke dokter hewan. Semakin cepat tekanan pada mata dikurangi, semakin besar peluang mata kucing untuk kembali sehat. Untuk kasus terburuk, mata kucing perlu diangkat agar tidak mengancam nyawa kucing.

6. Katarak

Katarak merupakan area keruh yang berkembang di lensa mata sehingga menghalangi cahaya mencapai bagian belakang mata. Akibatnya, kucing akan kesulitan melihat atau bahkan menjadi buta. Umumnya katarak dapat terjadi karena usia kucing yang sudah tua. Akan tetapi, katarak juga bisa terjadi akibat diabetes mellitus atau radang uvea mata. Katarak juga bisa menjadi tanda kalau kucing kekurangan kalsium.Anda perlu waspada karena katarak bisa tidak terlihat sampai cukup parah. Jika diakibatkan diabetes, kucing akan mengalami penurunan berat badan, rasa haus berlebihan, dan sering buang air kecil. Untuk itu, Anda sebaiknya membawa kucing ke dokter hewan untuk mengetahui apa penyebab katarak pada kucing. Kemungkinan, dokter hewan akan melakukan operasi untuk mengangkat kataraknya.

7. Cacing Mata

Penyakit mata pada kucing lainnya yang cukup berbahaya adalah cacing mata. Cacing putih yang bersarang di mata adalah penyebab utama dari penyakit ini. Bukan hanya kucing saja, melainkan banyak hewan mamalia lainnya seperti anjing, sapi dan kambing yang bisa terkena penyakit ini. Penyakit cacing mata awalnya ditandai dengan munculnya air mata yang berlebihan pada bagian Durtuk Lakrimalis lalu munculah cacing putih jika dilihat dengan teliti. Selain itu juga, mata kucing akan lebih sensitif saat melihat cahaya dan bisa berkambang menjadi konjungtivitas. Menurut para dokter hewan, siklus cacing thelazia yang sudah dewasa akan meninggalkan telur pada bagian mata kucing. Telur-telur ini nantinya akan berkembang menjadi larva yang mendiami bagian mata kucing. Larva ini akan dimakan oleh lalat sehingga membuat kondisi kucing semakin parah. Jika sudah terjadi seperti ini, akibatnya larva akan semakin berkembang dalam waktu 30 hari. Maka dari itu sebaiknya kamu memperhatikan bentuk masalah kesehatannya.

8. Tumor Mata Kucing

Ini mungkin penyakit mata yang tidak bisa Anda sembuhkan sendiri. Saat kucing terkena penyakit tumor mata, maka solusinya adalah melakukan pembedahan dan mengangkat tumor tersebut untuk menghilangkannya secara permanen oleh dokter hewan yang punya pengalaman. Penyebab tumor mata pada kucing ini biasanya adalah sering mengkonsumsi makanan yang kurang sehat. Biasanya ini terjadi pada kucing liar yang sering mengkonsumsi makanan yang kotor seperti bekas makanan atau tikus liar. Untuk melakukan pencegahan, jangan biarkan kucingmu keluar rumah supaya dia tidak mengkonsumsi makanan yang berbahaya bagi kesehatannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....