Langgar Agung Keraton Kasepuhan Jadi Lokasi Utama Panjang Jimat

  • 25 Mei 2026 21:44 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Langgar Agung Keraton Kasepuhan Cirebon menjadi lokasi utama pelaksanaan puncak tradisi Panjang Jimat, yakni rangkaian ritual peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang masih dipertahankan hingga sekarang sebagai bagian dari warisan budaya dan syiar Islam di lingkungan keraton. Tradisi tersebut menjadi salah satu daya tarik spiritual dan sejarah di Kota Cirebon.

Langgar Agung yang berada di sebelah barat halaman Kemandungan Keraton Kasepuhan dikenal pula sebagai Masjid Panjang Jimat karena keterkaitannya dengan prosesi adat tersebut. Rangkaian kegiatan meliputi pembersihan benda pusaka hingga iring-iringan pusaka keraton.

Wakil Kepala Pemandu Keraton Kasepuhan, Raden Nanung Muhammad Suradi, mengatakan Langgar Agung sejak dahulu tidak hanya digunakan untuk salat, tetapi juga menjadi tempat pelaksanaan berbagai tradisi keraton. “Langgar itu digunakan untuk acara-acara tradisi dan juga untuk sholat, untuk perayaan-perayaan juga bisa,” ujarnya kepada RRI pada Kamis, 14 Mei 2026.

Menurutnya, perpaduan tradisi dan agama menjadi ciri khas penyebaran Islam di lingkungan Keraton Kasepuhan, sehingga berbagai ritual budaya tetap berjalan tanpa meninggalkan nilai keislaman. Hal tersebut menjadikan Langgar Agung sebagai ruang spiritual sekaligus budaya.

“Syiar Islam itu dengan cara memadukan antara unsur agama dengan kesenian dan tradisi,” katanya Ia menjelaskan, hingga kini Langgar Agung tetap aktif digunakan keluarga Sultan dan masyarakat sekitar untuk beribadah maupun kegiatan keagamaan tertentu. Fungsi tersebut tidak berubah sejak awal keberadaannya di lingkungan keraton.

“Dari dulu ketika dibangunnya sampai sekarang tetap sebagai tempat ibadah, ibadahnya Sultan dan kerabatnya juga masyarakat di sekitar yang tinggal di sekitar Keraton Kesepuhan,” ucap Raden Nanung Muhammad Suradi.

Keberlanjutan fungsi Langgar Agung menunjukkan bagaimana tradisi budaya Keraton Kasepuhan tetap berjalan berdampingan dengan aktivitas keagamaan, sekaligus memperkuat identitas sejarah Islam di Cirebon.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....