Tradisi Azan Pitu di Masjid Sang Cipta Rasa Cirebon Masih Terjaga

  • 26 Mei 2026 15:15 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Tradisi Azan Pitu atau azan yang dikumandangkan oleh tujuh muazin sekaligus masih dipertahankan di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, sebagai bagian dari warisan budaya Islam yang diwariskan sejak masa penyebaran syiar Islam di wilayah tersebut. Tradisi yang kini dilakukan saat salat Jumat itu dipercaya memiliki makna spiritual sekaligus sejarah panjang masyarakat Cirebon.

Azan Pitu menjadi salah satu ciri khas Masjid Sang Cipta Rasa yang tidak banyak ditemukan di masjid lain, karena melibatkan tujuh orang muazin secara bersamaan untuk mengumandangkan panggilan salat. Tradisi tersebut hingga kini tetap dijaga sebagai bagian dari identitas keagamaan dan sejarah Kesultanan Cirebon.

Wakil Kepala Pemandu Keraton Kasepuhan Cirebon, Raden Nanung Muhammad Suradi, mengatakan pelaksanaan azan tujuh orang masih berlangsung hingga sekarang, khususnya pada salat Jumat. “Azan itu diadakan kalau hari Jumat saja ketika salat Jumat, dan masih sampai sekarang,” ujar Nanung kepada RRI, Kamis, 14 Mei 2026.

Menurut cerita rakyat yang berkembang di Cirebon, Azan Pitu berawal dari upaya menangkal ancaman terhadap keselamatan masyarakat dan jamaah masjid pada masa lalu. “Menurut cerita rakyat, azan tujuh orang itu untuk mengusir kekuatan jahat yang mengancam keselamatan masyarakat Cirebon ketika ada musuh Islam bernama Menjangan Wulung meracuni jamaah yang sedang salat di Masjid Agung,” kata Nanung.

Selain memiliki latar sejarah, jumlah tujuh pada tradisi tersebut juga diyakini memiliki makna filosofis dalam ajaran Islam karena identik dengan angka ganjil yang dianggap istimewa. Nanung menyebut angka tujuh juga sering ditemukan dalam simbol-simbol penyebaran Islam di berbagai daerah, termasuk keberadaan sumur dengan jumlah tertentu sebagai penanda pusat syiar.

Di sisi lain, pelaksanaan azan oleh tujuh orang secara bersamaan juga dimaksudkan agar suara panggilan salat dapat terdengar lebih luas hingga wilayah yang jauh dari masjid. Kondisi tersebut dinilai penting pada masa lalu ketika belum tersedia pengeras suara seperti sekarang.

Keberlangsungan Azan Pitu menjadikan Masjid Agung Sang Cipta Rasa tidak hanya dikenal sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga sebagai ruang hidup tradisi Islam Nusantara yang masih dijalankan masyarakat hingga kini.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....