Nilai Rasa dan Kreativitas Jadi Kekuatan Ekonomi Batik Cirebon

  • 07 Okt 2026 12:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Batik tidak hanya memiliki nilai sebagai produk fesyen, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan proses kreatif dari para perajinnya. Nilai tersebut menjadi salah satu pembeda batik dengan produk kain yang hanya menampilkan gambar menyerupai batik.

Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Batik P3BC Cirebon, Subroto mengatakan, konsumen batik memiliki alasan tersendiri ketika memilih produk buatan perajin. Mereka tidak hanya membeli kain, tetapi juga menghargai proses dan nilai yang melekat pada karya tersebut.

“Yang mereka jual itu bukan kain, bukan seni, tapi nilai rasa yang tertanam di seniman-seniman yang membuat kain itu,” ujar Subroto dalam Dialog Cirebon Menyapa, Jumat 2 Oktober 2026.

Menurutnya, nilai batik juga memiliki karakter berbeda dengan produk kain bermerek pada umumnya. Harga batik tidak memiliki standar tunggal karena dapat berkembang sesuai dengan proses, karya, dan nilai yang diberikan oleh pelaku usaha.

Ia mencontohkan, selembar kain yang berasal dari seorang perajin dapat memiliki nilai berbeda ketika dipasarkan kembali oleh pelaku usaha lainnya. Kondisi tersebut membuat nilai ekonomi batik dapat berkembang sesuai dengan posisi dan pasar produk tersebut.

“Kalau masalah nilai, justru batik itu istimewa banget karena enggak ada standarisasi nilai harga,” katanya. Nilai tersebut menjadi salah satu karakteristik ekonomi kreatif yang melekat dalam industri batik.

Ia menilai, kondisi tersebut dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat yang mampu memahami pasar batik. Ketika pelaku usaha menemukan segmen dan konsumen yang sesuai, nilai ekonomi produk batik dapat berkembang secara signifikan.

Namun, ia menekankan bahwa masyarakat juga perlu memahami nilai yang terkandung dalam proses pembuatan batik. Pemahaman tersebut penting agar konsumen tidak semata-mata membandingkan batik berdasarkan harga dengan produk massal yang memiliki tampilan serupa.

Menurutnya keberadaan batik juga tidak dapat dilepaskan dari sejarah dan kreativitas seniman yang membuatnya. Karena itu, keberlangsungan batik membutuhkan penghargaan terhadap karya sekaligus pemahaman masyarakat mengenai proses pembuatannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....