Pertamina SMEXPO Yogyakarta 2026 Bawa 47 UMKM di Pasar Ngasem

  • 04 Okt 2026 20:14 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - PT Pertamina (Persero) bersama Pertamina Foundation resmi membuka Pertamina SMEXPO Regional Yogyakarta 2026 di Pasar Ngasem, Yogyakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. Mengusung semangat “Lokal Jadi Vokal”, kegiatan yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 ini menjadi ruang bagi UMKM untuk memperluas akses pasar.

Pembukaan acara turut dihadiri Dewan Komisaris dan jajaran manajemen Pertamina, Pertamina Foundation, Pemerintah Kota Yogyakarta, pemerintah daerah sekitar, mitra usaha, serta para pelaku UMKM. Penyelenggaraan tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta bertemakan “Otentik Konkret”.

Sebanyak 47 UMKM berpartisipasi memperkenalkan produk, memperluas akses pasar, membangun jejaring, sekaligus meningkatkan kapasitas usaha. Para peserta tidak hanya berasal dari Yogyakarta dan sekitarnya, tetapi juga mendatangkan pelaku usaha dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Aceh.

Beragam produk unggulan ditampilkan secara menarik sepanjang pameran berlangsung di kawasan Pasar Ngasem. Sajian produk yang dipamerkan mulai dari kuliner, busana, kerajinan, hingga produk kreatif berbasis potensi lokal.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan SMEXPO dirancang tidak sekadar sebagai ajang pameran dan penjualan produk semata. Kegiatan ini difokuskan sebagai ruang strategis untuk membuka peluang bisnis yang lebih luas bagi para pelaku UMKM binaan.

“Kita ingin membuka pintu yang lebih luas untuk UMKM. Pintu untuk bertemu pembeli, bertemu mitra, memperluas pasar, membangun jaringan, dan tentu saja semakin percaya diri membawa produknya ke pasar yang lebih besar,” ujarnya.

Menurut Agus, penyelenggaraan SMEXPO di Yogyakarta dalam dua tahun terakhir menunjukkan antusiasme pengunjung yang sangat kuat. Pada tahun 2024 dan 2025, ajang ini mencatat lebih dari 3.000 pengunjung, 6.000 produk terjual, serta nilai transaksi melebihi Rp4 miliar.

Pencapaian tersebut menghantarkan Yogyakarta meraih apresiasi sebagai Best Host City SMEXPO Regional 2025. “Harapannya, Pertamina SMEXPO Regional Yogyakarta 2026 bukan hanya ramai selama acara berlangsung, tetapi juga meninggalkan transaksi, relasi, dan peluang baru bagi para pelaku UMKM,” ujar Agus.

Ajang Pertamina SMEXPO Regional Yogyakarta 2026 juga menghadirkan sesi business matching secara khusus. Program ini mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli dari sektor perhotelan, pariwisata, restoran, katering, hingga instansi pemerintahan.

Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero), Erry Sugiharto, menyampaikan keberadaan SMEXPO merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong UMKM agar mandiri. “SMEXPO tidak hanya kita hadirkan sebagai ruang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga sebagai ruang bertemunya UMKM dengan pasar, mitra usaha, dan berbagai peluang pengembangan bisnis,” kata Erry.

Erry menekankan keberhasilan SMEXPO tidak semata-mata dilihat dari ramainya kegiatan saat pameran berlangsung. Menurutnya, dampak kegiatan perlu terus dikawal setelah acara selesai, terutama dalam bentuk pasar baru dan kemitraan berkelanjutan.

“Event akan berakhir. Tetapi dampaknya harus terus berjalan,” ucap Erry menegaskan kembali arahan pengembangan usaha tersebut. Ia juga mendorong para pelaku UMKM untuk menjaga kualitas, terus berinovasi, dan memperluas jejaring demi mewujudkan semangat “Lokal Jadi Vokal”.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, turut menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Pertamina SMEXPO 2026. Menurutnya, kegiatan ini memberikan langkah nyata dalam menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan kekuatan potensi lokal.

Sesi pembukaan acara diisi dengan talkshow bertajuk “Dua Srikandi” bersama Komisaris PT Pertamina (Persero) Nanik Sudaryati Deyang dan Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Raden Adjeng Sondaryani. Diskusi tersebut menegaskan pentingnya melihat UMKM sebagai pelaku ekonomi yang memiliki kreativitas, kemampuan, dan potensi besar untuk berkembang.

Semangat pemberdayaan dalam SMEXPO tahun ini juga disertai kepedulian terhadap UMKM yang bangkit dari dampak bencana di Sumatera bagian Utara melalui skema titip jual produk Aceh. Salah satu peserta, Ita Listiana selaku pemilik Kripik Tempe HG, menilai ajang ini sebagai contoh konkret pendampingan UMKM untuk naik kelas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....