Pendaftaran Pertamina UMK Academy 2026 Ditutup dengan 4.000 Peserta
- 01 Sep 2026 18:53 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pendaftaran program Pertamina UMK Academy 2026 resmi ditutup pada 31 Agustus 2026. Selama periode pendaftaran 21–31 Agustus 2026, lebih dari 4.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah Indonesia mendaftarkan diri.
Jumlah pendaftar Pertamina UMK Academy 2026 meningkat tajam hampir dua kali lipat dari pendaftar pada periode tahun 2025. Peningkatan pendaftar ini mencerminkan antusiasme para pelaku usaha lokal kepada program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang diinisiasi sejak 2020.
UMK yang telah mendaftar selanjutnya akan dikurasi dan dilakukan verifikasi administrasi sesuai persyaratan yang telah ditentukan. Proses tersebut dilakukan untuk menentukan UMK yang berhak menjadi peserta pada rangkaian pembinaan Pertamina UMK Academy 2026.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan antusiasme pendaftar menunjukkan besarnya semangat pelaku UMK Indonesia untuk mengembangkan usahanya. “Melalui Pertamina UMK Academy, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga didampingi untuk menerapkan pembelajaran secara langsung sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usahanya,” ujar Baron.
Pertamina UMK Academy merupakan program pembinaan yang dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang dengan dua tahap pembinaan, yaitu Tahap Regional dan Tahap Nasional. Pada pembinaan tahap regional, peserta akan diberi materi dan praktek untuk penguatan dasar pengelolaan bisnis sesuai sektor usaha.
Selama pelaksanaan pembinaan tahap regional, peserta akan dipantau keaktifan dan perkembangannya secara kontinyu oleh Tim Akselerator dan Tim Mentor. Perkembangan para peserta juga akan dinilai secara berkala untuk menjadi pertimbangan dalam mengkurasi UMK yang berhak melanjutkan pembinaan ke tahap nasional.
UMK yang lolos ke pembinaan tahap nasional akan mendapatkan pembelajaran dan pendampingan yang lebih intensif berdasarkan empat kelas "Go" yaitu Go Modern, Go Digital, Go Online dan Go Global. Peserta pembinaan tahap nasional juga akan mendapatkan dua materi khusus yaitu terkait "Go Green" dan "Go Aggregator".
Muhammad Baron menambahkan setiap pelaku UMK memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda. “Karena itu, silabus/kurikulum dan materi pembinaan disusun khusus sesuai tahapan pembinaan dan kondisi perkembangan usaha peserta agar program pembinaan dapat menghasilkan perubahan yang nyata, berdampak dan terukur,” kata Baron menambahkan.

Selama enam tahun pelaksanaan program, Pertamina UMK Academy telah mendampingi ribuan pelaku UMK untuk belajar, bertumbuh dan naik kelas. Rangkaian program mencakup pelatihan, tantangan/games, praktek pemasaran, pendampingan, coaching, penguatan legalitas/sertifikasi dan fasilitas perluasan akses pasar.
Bagi peserta yang berhasil menjadi champion pembinaan tahap nasional juga akan memperoleh tambahan fasilitas berupa dukungan teknologi/alat produksi dengan nilai total hingga ratusan juta rupiah. Salah satu peserta yang merasakan manfaat program adalah Lidya SP, pemilik Besolek sekaligus Juara I kelas Go Modern Pertamina UMK Academy 2025.
Setelah mengikuti rangkaian pembinaan, Lidya mampu membenahi tata kelola produksi dan keuangan, meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan praktik zero waste, serta mengelola pemasaran digital secara lebih konsisten. “Pengelolaan produksi dan keuangan menjadi lebih rapi, proses produksi makin efisien sehingga zero waste makin optimal,” ujar Lidya.
Menurut Lidya, perubahan tersebut turut membuat konten pemasaran Besolek menjadi lebih konsisten dan profesional. Ketertarikan serta kepercayaan pelanggan terhadap produknya pun meningkat dan turut mendorong pertumbuhan penjualan.
Pengalaman Besolek diharapkan dapat menginspirasi peserta Pertamina UMK Academy 2026 untuk memberikan komitmen penuh saat mengikuti seluruh rangkaian program pembinaan. “Pertamina berharap UMK Academy 2026 dapat melahirkan semakin banyak pelaku usaha yang memiliki tata kelola baik, adaptif terhadap teknologi, mampu memperluas pasar, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya,” ucap Baron menutup.
Pertamina UMK Academy mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Program ini juga selaras dengan Asta Cita dalam memperkuat kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, serta meningkatkan kesempatan kerja berkualitas melalui penguatan kapasitas dan daya saing UMK Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....