Pertamina Gelar UMK Academy 2026 Dorong Usaha Lokal Naik Kelas

  • 28 Agt 2026 10:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – PT Pertamina (Persero) kembali menggelar program Pertamina UMK Academy 2026 sebagai sarana pembinaan berkesinambungan bagi para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Program ini bertujuan mendampingi pelaku usaha lokal dalam meningkatkan kompetensi, memperkuat manajemen usaha, hingga memperluas akses pasar secara nasional maupun global.

Pendaftaran program pendampingan ini dilaksanakan secara daring mulai 21 hingga 31 Agustus 2026 melalui portal resmi umkacademy.id/onboarding. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2020, Pertamina UMK Academy secara konsisten memberikan materi pengelolaan usaha, pengembangan produk, pemanfaatan teknologi, serta perluasan pasar bersama mentor dan coach profesional.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan program ini merupakan komitmen berkelanjutan dalam mencetak UMK yang tangguh dan adaptif. “Melalui Pertamina UMK Academy, Pertamina tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendampingi pelaku UMK untuk menerapkan pembelajaran secara langsung dalam pengembangan usahanya. Peserta didorong memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, berkolaborasi, serta memperluas akses pasar,” ujar Baron dalam keterangannya pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Struktur pembinaan dalam program UMK Academy dilaksanakan secara terencana melalui dua tahap utama, yaitu tingkat regional dan nasional. Pembinaan tahap regional difokuskan pada penguatan fondasi dasar sesuai sektor usaha, sedangkan tahap nasional disesuaikan dengan tingkat kesiapan bisnis masing-masing peserta.

Pada kelas tingkat nasional, peserta akan dibagi ke dalam empat kategori khusus meliputi Go Modern, Go Digital, Go Online, serta Go Global untuk menjangkau pasar B2B dan ekspor. Selain empat kategori utama tersebut, Pertamina juga mengintegrasikan dua materi khusus yakni Go Green untuk praktik ramah lingkungan dan Go Aggregator guna memperkuat kolaborasi antar-UMK.

Muhammad Baron menambahkan penyesuaian materi kurikulum sangat penting mengingat setiap UMK memiliki tingkat kesiapan yang berbeda-beda. “Setiap pelaku UMK memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, materi serta pendampingan disesuaikan dengan posisi dan perkembangan usaha masing-masing agar proses pembinaan memberikan hasil yang lebih nyata dan terukur,” kata Baron.

Keberhasilan program ini tecermin dari rekam jejak pelaksanaan UMK Academy 2025 yang diikuti lebih dari 2.000 pendaftar dari berbagai daerah. Dari total peserta yang mengikuti tahap pembinaan regional hingga nasional, sebanyak 581 UMK tercatat berhasil lulus dan dinyatakan naik kelas.

Melani Septina Mutya Surya, pemilik usaha kerajinan sepatu NOBF asal Mojokerto

Melani Septina Mutya Surya, pemilik usaha kerajinan sepatu NOBF asal Mojokerto sekaligus juara pertama kelas Go Global 2025, membagikan kesannya selama mengikuti kurikulum pembinaan. “Berbagai pembekalan bisnis, pendampingan intensif, serta dukungan alat produksi membantu kami mengoptimalkan pengembangan produk sekaligus semakin memahami peluang dan kondisi pasar untuk pengembangan usaha,” ujar Melani.

Melalui penyelenggaraan tahun 2026, Pertamina terus mengajak seluruh pelaku usaha lokal untuk memanfaatkan kesempatan pembinaan ini secara maksimal. Program UMK Academy ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 8 sekaligus selaras dengan agenda nasional Asta Cita dalam memperkuat kewirausahaan dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....