Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
- 03 Okt 2026 13:19 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Selembar kain batik menyimpan lebih dari sekadar motif dan warna. Di balik setiap goresan canting, ada keterampilan, kreativitas, dan harapan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.
Semangat itulah yang terus dijaga Pertamina melalui pembinaan UMKM yang bergerak pada usaha kerajinan batik, termasuk dengan membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan mengembangkan potensi. Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober, PT Pertamina (Persero) terus mendorong pertumbuhan UMKM batik di berbagai daerah.
Saat ini, sebanyak 428 UMKM batik menjadi bagian dari binaan Pertamina, dengan pendampingan yang mencakup penguatan kapasitas usaha, pengembangan produk hingga perluasan akses pasar. Bagi sebagian pelaku UMKM binaan, batik bahkan menjadi ruang untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih inklusif.

Di Bantul, Yogyakarta, misalnya, Roona Batik yang dikelola Muhammad Syauki telah berkembang menjadi usaha fesyen dengan kapasitas produksi sekitar 5.000 lembar per bulan dan omzet mencapai Rp100 juta per bulan. Dari 18 pekerja yang terlibat, sebagian merupakan penyandang disabilitas yang ikut mengambil peran dalam proses produksi.

Cerita serupa hadir di Batik Jinggar, Yogyakarta. UMKM yang dikelola Vitalia Noor Darmaningsih tersebut tidak hanya mengembangkan batik sebagai produk fesyen, tetapi juga menghadirkan inovasi melalui motif dan desain. Dengan omzet sekitar Rp100 juta per bulan, Batik Jinggar melibatkan delapan tenaga kerja, termasuk dua penyandang disabilitas.
Sementara di Riau, Canting Batik Tulis Riau yang dikelola Novita Hermawan mengembangkan batik tulis dengan mengangkat kekayaan budaya daerah. Usaha ini mencatat omzet sekitar Rp150 juta per bulan dan melibatkan delapan pekerja, lima diantaranya merupakan penyandang disabilitas.
Upaya membuka ruang berkarya bagi penyandang disabilitas juga dilakukan melalui program Sriekandi Patra di Boyolali, Jawa Tengah. Program ini mengembangkan keterampilan membatik sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dan sosial para pesertanya.

Kelompok Sriekandi Patra, kini telah memiliki workshop, peralatan dan modal usaha sendiri. Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa batik dan oleh-oleh khas Boyolali, tetapi juga dikembangkan menjadi paket edukasi membatik dan berkolaborasi dengan desainer.
Pemberdayaan UMKM yang dilakukan PT Pertamina (Persero) tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas bisnis semata. Menurut Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, upaya ini juga ditujukan agar usaha tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk tumbuh dan mandiri secara berkelanjutan.
“Bagi Pertamina, batik merupakan contoh bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan bersama dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami ingin memastikan semakin banyak masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan untuk berkarya, memperoleh penghasilan, dan mengembangkan usahanya,” ujar Baron dalam keterangannya pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Keterlibatan penyandang disabilitas dalam ekosistem UMKM membuktikan bahwa inklusivitas dapat tumbuh dari aktivitas ekonomi yang dekat dengan masyarakat. Menurut Baron, hal ini menunjukkan pentingnya ruang usaha yang ramah dan terbuka bagi semua kalangan.

“Ketika keterampilan bertemu dengan kesempatan dan akses pasar, batik tidak hanya menjadi produk budaya, tetapi juga menjadi jalan menuju kemandirian. Inilah semangat yang terus kami dorong melalui pembinaan UMKM Pertamina,” katanya.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pertamina sebagai BUMN energi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Selain itu, komitmen ini juga diwujudkan melalui penguatan industri kreatif serta pengembangan jiwa kewirausahaan di tengah masyarakat.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Pertamina terus mendorong UMKM agar mampu mempertahankan warisan budaya setempat. Di saat yang sama, upaya ini juga bertujuan agar UMKM dapat naik kelas, memperluas jangkauan pasar, dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....