Program Kota Masa Depan #BeraniDigital Tingkatkan Kapasitas UMKM Cirebon

  • 02 Okt 2026 19:50 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Cirebon menjadi kota ke-18 dalam rangkaian program Kota Masa Depan #BeraniDigital yang mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM di kota-kota potensial di Indonesia. Berkolaborasi dengan Kementerian UMKM RI dan Pemerintah Kota Cirebon, Grab-OVO memberikan pelatihan intensif tentang cara mengembangkan usaha melalui pengoptimalan teknologi, pengelolaan keuangan, dan pilihan akses pendanaan kepada pengusaha UMKM Cirebon.

Program ini memperluas akses pengusaha UMKM terhadap teknologi sekaligus membekali mereka dengan keterampilan untuk mengembangkan usaha dan beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen di era digital. Staf Khusus Menteri UMKM Hasby M. Zamri, didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon Dr. Iing Daiman, S.IP, M.Si, Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy, dan Direktur Grab Indonesia Richard Aditya meresmikan program tersebut secara langsung di Kantor Wali Kota Cirebon pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Melalui program ini, pengusaha UMKM Cirebon mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan visibilitas produk, pengelolaan keuangan, serta penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari. Dalam pelatihan, AI diperkenalkan sebagai alat bantu yang dapat digunakan untuk menyusun deskripsi produk, mencari ide konten promosi, merangkum masukan pelanggan, dan membantu menyiapkan perencanaan kerja sederhana.

Pengusaha UMKM juga mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan pilihan akses pendanaan digital melalui GrabModal by OVO Finansial untuk mendukung mereka dalam mengelola dan mengembangkan bisnisnya. Staf Khusus Menteri UMKM Hasby M. Zamri menyampaikan digitalisasi kini menjadi keharusan bagi pelaku usaha dan perlu diikuti dengan dukungan yang memungkinkan UMKM berkembang dalam ekosistem digital.

“Digitalisasi bukan lagi sebuah kebutuhan, tetapi sudah menjadi keharusan. Karena itu, upaya Grab membantu Mitra GrabMerchant dan Mitra Pengemudi menjadi bagian dari ekosistem digital merupakan langkah nyata untuk mendorong UMKM terus berkembang," ucap Hasby M. Zamri.

"Kami mengapresiasi komitmen Grab dan OVO melalui Kota Masa Depan #BeraniDigital yang membuka ruang bagi pengusaha UMKM untuk memanfaatkan teknologi dan meningkatkan kapasitas usahanya. Yang tidak kalah penting, kolaborasi ini perlu terus disertai dialog dan komunikasi terbuka agar dukungan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di daerah,” ujarnya menambahkan.

Sebagai kota niaga yang berada di jalur strategis Pantai Utara (Pantura) Jawa dan bagian dari kawasan Metropolitan Rebana, Cirebon memiliki aktivitas ekonomi yang kuat di sektor perdagangan, jasa, akomodasi, serta makanan dan minuman. Pemerintah Kota Cirebon mencatat terdapat 53.531 UMKM, sementara sektor perdagangan dan jasa berkontribusi 27,31 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Cirebon.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon Dr. Iing Daiman, S.IP, M.Si mengatakan pengembangan ekonomi Cirebon perlu melihat keterhubungan antardaerah dalam kawasan metropolitan, termasuk dalam membuka akses dan peluang bagi pelaku UMKM. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Grab dan OVO, dapat memperluas jangkauan pelaku usaha sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi di kawasan tersebut.

“Kami melihat Cirebon bukan hanya sebagai satu wilayah administratif, tetapi sebagai bagian dari kawasan metropolitan yang terhubung dengan Indramayu, Kuningan, dan Majalengka. Karena itu, kami ingin Cirebon menjadi bagian yang turut menggerakkan perekonomian kawasan, termasuk dengan membuka akses yang lebih luas bagi UMKM," kata Iing Daiman.

"Kehadiran program Kota Masa Depan #BeraniDigital dari Grab dan OVO juga menunjukkan bagaimana teknologi dapat menghubungkan masyarakat dan aktivitas ekonomi lintas kabupaten dan kota. Kami berharap Cirebon dapat terus menjadi bagian dari penggerak UMKM dan sektor usaha lainnya, sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas,” ucapnya melanjutkan.

Staf Khusus Menteri UMKM Hasby M. Zamri, Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman, dan Direktur Grab Indonesia Richard Aditya juga berinteraksi langsung dengan perwakilan UMKM dan Mitra Pengemudi Cirebon. Para perwakilan tersebut berbagi pengalaman dalam memanfaatkan digitalisasi untuk mengembangkan usaha masing-masing, mulai dari memperbesar jangkauan pelanggan hingga meningkatkan peluang penjualan.

Direktur Grab Indonesia Richard Aditya mengatakan ekspansi Kota Masa Depan #BeraniDigital ke Cirebon merupakan bagian dari komitmen Grab-OVO untuk membawa akses teknologi dan pengembangan kapasitas lebih dekat kepada pelaku usaha di berbagai daerah. Di Cirebon, pihaknya melihat peluang untuk membantu pengusaha UMKM memanfaatkan teknologi sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka, baik untuk menjangkau pelanggan, meningkatkan produktivitas, maupun mengelola usaha.

“Melalui Kota Masa Depan #BeraniDigital, kami ingin menghadirkan akses terhadap teknologi, pengetahuan, dan pembiayaan secara lebih terintegrasi. Kolaborasi dengan pemerintah menjadi bagian penting untuk memastikan dukungan tersebut relevan dengan kebutuhan pelaku usaha di daerah,” ujar Richard Aditya.

Kehadiran Kota Masa Depan #BeraniDigital di Cirebon melanjutkan perjalanan program yang sebelumnya telah menjangkau berbagai kota di Indonesia, termasuk Kudus pada akhir 2025 dan Banjarmasin pada 2026. Hingga kini, program ini telah menjangkau lebih dari 200.000 UMKM di kota-kota kecil dan membantu lebih dari 5.200 pedagang pasar tradisional melakukan digitalisasi melalui inisiatif GrabMart Pasar.

Sementara dari sisi akses pembiayaan, sejak 2021 lebih dari 445.000 Mitra UMKM dan Mitra Pengemudi telah mengakses pendanaan senilai lebih dari Rp6 triliun melalui GrabModal by OVO Finansial. Melalui semangat Kolaborasi Nyata untuk Masa Depan, Grab-OVO akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akses terhadap teknologi dan pengembangan kapasitas usaha agar semakin banyak pelaku usaha lokal dapat tumbuh bersama komunitasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....