Kisah Ubi Madu Bakar Mba Boled, dari Usaha Keluarga hingga Beromzet Rp300 Juta
- 21 Agt 2026 22:54 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Bermula dari sebuah toko sederhana di Karawang dengan penjualan sekitar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu, Ubi Madu Bakar Mba Boled kini berkembang menjadi usaha dengan sekitar 20 outlet di Karawang, Cikarang, Tambun, dan Bekasi. Omzetnya kini mencapai sekitar Rp300 juta per bulan dengan melibatkan sekitar 30 orang dalam kegiatan usahanya.
Perjalanan tersebut dirintis Widiarti, pemilik Ubi Madu Bakar Mba Boled, sejak 2011. Pada masa awal, usaha ini dijalankan bersama ibu dan suaminya dengan skala usaha yang masih terbatas.
“Perjalanannya penuh perjuangan dan memberikan banyak pelajaran berharga bagi kami. Dari awalnya hanya satu toko di Karawang, sekarang sudah berkembang menjadi sekitar 20 outlet. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina yang terus memberikan dukungan,” ujar Widiarti.
Salah satu momentum penting dalam pengembangan usahanya terjadi pada 2018, ketika Widiarti bergabung menjadi UMKM binaan Pertamina. Melalui program pembinaan tersebut, ia memperoleh dukungan permodalan serta mengikuti UMK Academy untuk memperkuat pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola serta mengembangkan usaha.
Menurut Widiarti, dukungan tersebut tidak hanya membantu dari sisi permodalan, tetapi juga memberikan bekal pengetahuan untuk membawa usahanya berkembang lebih terarah.
“Permodalan yang tepat sangat membantu. Selain itu, ilmu yang kami peroleh melalui pelatihan juga penting untuk mengembangkan usaha,” katanya.
Pembinaan Pertamina turut membuka kesempatan bagi Ubi Madu Bakar Mba Boled untuk mengikuti berbagai kegiatan promosi dan pameran, antara lain Pertamina Eco RunFest, Inacraft, dan Pekan Raya Jakarta. Kesempatan tersebut membantu memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas sekaligus memperluas jaringan usaha.
Pertumbuhan bisnis tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dari semula dikelola oleh tiga orang, Ubi Madu Bakar Mba Boled kini melibatkan sekitar 30 orang. Bagi Widiarti, perkembangan usaha bukan hanya tentang meningkatkan skala bisnis, tetapi juga membuka peluang kerja dan memberikan manfaat bagi lebih banyak orang. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan perkembangan Ubi Madu Bakar Mba Boled menunjukkan pentingnya pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM pada setiap tahap pertumbuhannya.
“Setiap UMKM memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, Pertamina berupaya mendampingi UMKM melalui akses permodalan, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pasar agar dapat tumbuh semakin kuat, mandiri, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Baron.
Program pembinaan UMKM Pertamina mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Program ini juga sejalan dengan Asta Cita poin ketiga melalui penguatan kewirausahaan, pengembangan industri kreatif, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.
Setelah memperluas jaringan usahanya di sejumlah wilayah Jawa Barat, Widiarti kini membidik Jakarta dan Tangerang sebagai pasar berikutnya.Perjalanan Ubi Madu Bakar Mba Boled menjadi salah satu contoh bagaimana kegigihan pelaku UMKM, didukung akses permodalan, peningkatan kapasitas, dan perluasan pasar, dapat memperkuat usaha sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....