Petani Kopi Kuningan Hadapi Tantangan Peralihan Komoditas dan Dampak Cuaca

  • 17 Sep 2026 14:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pengembangan kopi di Kabupaten Kuningan masih menghadapi tantangan dari sisi minat petani untuk beralih komoditas serta kondisi cuaca yang memengaruhi hasil produksi. Ketua Kelompok Tani Pasir Tengah sekaligus Manager Kopi Botanika, Robi, mengatakan petani pada awalnya masih ragu menanam kopi karena khawatir hasil panen tidak terserap pasar, sementara perubahan cuaca juga menyebabkan produksi menurun.

Robi mengatakan kekhawatiran terhadap pemasaran menjadi salah satu alasan petani enggan beralih dari tanaman hortikultura ke kopi. Menurutnya, petani mempertanyakan ke mana hasil kopi akan dijual ketika mulai memasuki masa panen, sehingga kelompoknya berupaya memberikan kepastian dengan siap menyerap hasil panen petani.

“Petani itu awalnya kan takut, ‘Nanti kapan kita ngejualnya mau ke mana?’ Saya bilang, sudah, tanam saja, saya yang ambil. Puluhan ton pun saya ambil,” kata Robi.

Menurut Robi, tantangan lainnya berasal dari kondisi iklim dan cuaca yang berdampak langsung terhadap produktivitas tanaman kopi. Kondisi tersebut membuat hasil panen tahun ini mengalami penurunan dibandingkan potensi produksi dalam kondisi normal.

“Normalnya satu hektare itu bisa enam ton cherry, sekarang mungkin kita hanya dua ton. Hampir 60 persen turunnya karena iklim, karena cuaca,” ujar Robi.

Meski menghadapi penurunan produksi, pengembangan tanaman kopi tetap dilakukan secara bertahap dengan melibatkan semakin banyak petani. Kelompok Tani Pasir Tengah saat ini melibatkan sekitar 30 petani dan terus mengembangkan tanaman Arabika, Robusta, serta Liberika, dengan Arabika menjadi varietas yang paling dominan.

Pengembangan tersebut juga mendapat dukungan dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Cirebon sebagai salah satu upaya memperkuat petani kopi di wilayah Kuningan. Dukungan diberikan dari sisi hulu hingga hilir, termasuk penyediaan sarana pendukung dan pembukaan akses pemasaran agar petani memiliki peluang lebih besar dalam mengembangkan komoditas kopi.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan peningkatan produktivitas dan kualitas menjadi bagian dari pendampingan yang dilakukan terhadap komoditas kopi di wilayah Ciayumajakuning. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu petani mengembangkan kopi secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan manfaat ekonominya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....