Ciremai Coffee Culture 2026 Jadi Etalase UMKM Kuningan, 75 Stan Ramaikan Festival

  • 05 Sep 2026 14:55 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Ciremai Coffee Culture Festival 2026 akan diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan pada 4–6 September 2026 dengan tema 'Meresat Aroma Kopi'.
  • Kopi dari lereng Gunung Ciremai menjadi produk unggulan dan daya tarik utama dalam festival tersebut.
  • Festival ini menghadirkan 75 stan yang menampilkan petani kopi, pelaku UMKM, kedai kopi lokal, dan berbagai usaha terkait industri kopi dari hulu hingga hilir.

RRI.CO.ID, Kuningan - Kopi dari lereng Gunung Ciremai menjadi salah satu daya tarik utama dalam Ciremai Coffee Culture Festival 2026. Namun, festival yang digelar Pemerintah Kabupaten Kuningan pada 4–6 September 2026 ini juga menaruh perhatian besar pada pelaku UMKM yang bergerak di sektor kopi dan produk turunannya.

Sebanyak 75 stan ikut meramaikan festival yang mengusung tema “Meresat Aroma Kopi” tersebut. Stan-stan itu diisi petani kopi, pelaku UMKM, kedai kopi lokal hingga berbagai usaha yang berkaitan dengan industri kopi dari hulu sampai hilir.

Bagi pelaku UMKM, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat sekaligus memperluas jaringan pemasaran. Berbagai agenda juga digelar, mulai dari pameran produk, bursa kopi, business matching hingga pelatihan penyangraian atau roasting.

Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, mengatakan pengembangan komoditas kopi harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM yang terlibat di dalamnya.

“Melalui Ciremai Coffee Culture 2026 ini, kami ingin memastikan bahwa potensi luar biasa kopi dari lereng Gunung Ciremai tidak hanya berhenti di tingkat lokal, tetapi benar-benar naik kelas ke kancah global,” ujar Dian, Jumat, 4 September 2026 malam.

Menurutnya, kopi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi identitas daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. “Kopi bukan lagi sekadar komoditas tani biasa, melainkan identitas budaya dan motor penggerak ekonomi kerakyatan yang menyejahterakan para petani kita,” katanya.

Dian mengatakan pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kualitas produk UMKM, termasuk dari sisi kemasan, standar produksi dan pemasaran. “Kami mengapresiasi seluruh pihak, para petani, barista, UMKM, dan perbankan yang telah bersinergi. Pemerintah Daerah akan terus hadir memberikan pendampingan, mulai dari standardisasi kualitas, kemasan, hingga perlindungan indikasi geografis agar Kopi Ciremai memiliki daya saing yang kuat dan berkarakter,” ujarnya.

Selain promosi produk, festival tersebut juga menjadi ajang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra melalui kegiatan business matching. Langkah ini diharapkan dapat membuka kerja sama baru dan membantu produk kopi serta UMKM Kuningan menjangkau pasar yang lebih luas.

Sementara itu, penandatanganan dokumen pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Ciremai menjadi bagian penting dalam upaya menjaga identitas dan mutu kopi khas Kuningan. Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap penguatan sektor kopi dapat memberikan efek berganda bagi masyarakat, mulai dari petani, pelaku UMKM, kedai kopi hingga sektor pariwisata melalui pengembangan wisata berbasis kopi di kawasan Gunung Ciremai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....