Disiplin Keuangan Jadi Kunci UMKM Jaga Modal Usaha

  • 31 Agt 2026 19:41 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pengelolaan keuangan yang disiplin menjadi salah satu kunci keberlangsungan usaha rumahan. Pelaku UMKM Pawon Bestiee, Besty Wellina, mengingatkan pengusaha pemula agar tidak mencampurkan uang usaha dengan kebutuhan pribadi.

Ia mengatakan, pemisahan keuangan diperlukan agar modal usaha tetap dapat diputar dan keuntungan dapat diketahui secara jelas. Menurutnya, kesalahan mencampurkan uang modal, keuntungan, dan kebutuhan pribadi dapat membuat kondisi keuangan usaha tidak terkendali.

“Keuangannya itu dipisahkan. Uang dagang dan uang pribadi itu harus terpisah,” ujarnya dalam program Beranda Astacita “UMKM Berbicara” RRI Cirebon, Senin 24 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, modal yang telah digunakan untuk kegiatan produksi harus dikembalikan terlebih dahulu ketika hasil penjualan masuk. Setelah itu, keuntungan dapat dipisahkan dan digunakan untuk kebutuhan operasional maupun pengembangan usaha.

Ia mencontohkan, jika seorang pelaku usaha memiliki omzet Rp300 ribu dengan modal Rp200 ribu, maka selisih Rp100 ribu perlu diperlakukan sebagai keuntungan. Sementara Rp200 ribu harus tetap dipertahankan sebagai modal untuk memutar usaha berikutnya.

“Modal itu diputar lagi. Nah nanti di bagaimana caranya kita perbanyak gitu loh. Yang kita pakai itu untuk cost itu adalah uang keuntungan,” katanya.

Menurutnya pelaku usaha juga perlu menghitung biaya operasional sebelum menentukan keuntungan bersih. Pengeluaran seperti bahan produksi, kemasan, transportasi, dan kebutuhan operasional lainnya harus diperhitungkan agar keuntungan yang diperoleh benar-benar diketahui.

Selain mengatur keuangan, ia menerapkan prinsip berbagi dari sebagian hasil penjualan. Ia menyisihkan sekitar lima hingga sepuluh persen dari keuntungan untuk disedekahkan melalui kegiatan fardu kifayah atas nama para pembeli.

Ia mengatakan, konsep tersebut menjadi bagian dari prinsip usahanya untuk memperoleh keuntungan sekaligus memberikan manfaat kepada orang lain. Setiap konsumen yang membeli produknya secara tidak langsung ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial yang dijalankannya.

Menurutnya, usaha tidak hanya berkaitan dengan besarnya keuntungan yang diperoleh. Ada nilai kebermanfaatan yang juga dapat dibangun melalui aktivitas ekonomi, termasuk dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Di sisi lain, ia menilai pelaku UMKM perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ia mengaku sedang mempelajari digital marketing untuk memperluas pemasaran Pawon Bestiee.

“Saya itu lagi belajar secara digital marketing. Walaupun saya ini ada affiliate, tapi saya tidak tahu cara menggerakkannya,” katanya.

Ia berharap pengembangan pemasaran digital dapat membantu Pawon Bestiee semakin dikenal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. Ia juga mengajak pelaku UMKM lainnya untuk tidak berhenti belajar dan berani mengembangkan usaha secara bertahap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....