Konsistensi dan Media Sosial Jadi Kunci Mengembangkan Usaha Kuliner Rumahan

  • 04 Jul 2026 15:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Berawal dari dapur rumah, usaha kuliner Roti Maryam Syamillurah yang dirintis Annisa Nurhaqi berhasil berkembang menjadi salah satu UMKM yang menjangkau pelanggan di berbagai daerah. Usaha tersebut lahir dari kegemarannya membuat menu sarapan keluarga sebelum akhirnya mendapat respons positif dari lingkungan sekitar.

"Awalnya hanya untuk keluarga. Saya unggah di status WhatsApp, ternyata banyak yang penasaran dan ingin mencoba. Dari situ saya mulai berani menjualnya di lingkungan perumahan," ujar Annisa dalam program Beranda Astacita UMKM Berbicara pada Senin 29 Juni 2026.

Menurutnya, tantangan terbesar di awal bukanlah modal, melainkan mengenalkan produk roti maryam kepada masyarakat Cirebon yang saat itu masih belum familiar dengan jenis roti tersebut. Karena itu, ia memilih membangun kepercayaan pelanggan secara bertahap melalui kualitas produk dan konsistensi promosi.

"Yang penting orang tahu dulu kalau kita dagang. Soal membeli atau tidak, itu urusan belakangan. Yang penting kita konsisten hadir," katanya.

Ia mengungkapkan, media sosial menjadi salah satu aset terpenting dalam mengembangkan usahanya. Berbekal pengalaman sebagai reseller dan marketer produk muslimah, ia memanfaatkan jaringan pelanggan yang telah dimiliki untuk memperkenalkan produk barunya.

"Lebih dari separuh pelanggan saya berasal dari media sosial. Database pelanggan itu aset yang sangat berharga untuk membangun usaha," ujarnya.

Selain promosi digital, pelayanan yang cepat kepada pelanggan juga menjadi nilai tambah yang terus dipertahankan. Menurutnya pelanggan tidak hanya membeli produk, tetapi juga menghargai pelayanan yang diberikan.

Ia juga menilai usaha rumahan tetap memiliki peluang besar berkembang meski dijalankan dengan berbagai keterbatasan. Sebagai ibu rumah tangga, dirinya harus membagi waktu antara mengurus keluarga dan memenuhi pesanan pelanggan.

"Tantangannya memang mengatur waktu. Tapi selama ada komitmen dan dukungan keluarga, usaha tetap bisa berjalan," katanya.

Ia mengaku banyak memperoleh manfaat setelah bergabung dengan komunitas UMKM sejak 2022. Melalui berbagai program pendampingan pemerintah, usahanya memperoleh fasilitasi perizinan, sertifikasi halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga bantuan pengembangan kemasan produk.

"Mulai dari pelatihan dasar UMKM, pengurusan izin usaha, sertifikat halal sampai kemasan produk banyak difasilitasi pemerintah. Itu sangat membantu pelaku usaha kecil seperti kami," ujarnya.

Meski persaingan bisnis kuliner semakin ketat, ia memilih fokus menjaga kualitas produk dibanding sekadar mengikuti tren. Ia menilai setiap pelaku usaha memiliki pasar dan keunggulan masing-masing sehingga persaingan dapat dijalankan secara sehat.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih mendukung produk-produk UMKM lokal. Menurutnya, membeli produk lokal bukan hanya membantu pelaku usaha bertahan, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian daerah.

"Kalau memang ada produk lokal yang kualitasnya bagus, kenapa tidak membeli dari UMKM dulu. Dukungan sekecil apa pun sangat berarti bagi kami untuk terus berkembang," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....