Tas Viral Bright Gas di PRJ Beri Dampak Berantai bagi UMKM
- 10 Jul 2026 19:28 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Kehadiran booth Bright Store by Pertamina di Jakarta Fair 2026, JIExpo Kemayoran, menjadi bentuk dukungan PT Pertamina (Persero) untuk mendorong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas. Salah satu produk yang mencuri perhatian pengunjung adalah "Tas Karakter Eksklusif" berbentuk tabung Bright Gas 5 kg warna fuchsia yang viral di media sosial hingga memicu fenomena jasa titip atau jastip.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat menunjukkan aktivasi promosi perusahaan dapat dikembangkan menjadi ruang kolaborasi yang berdampak lebih luas. Menurutnya, produk tersebut bukan hanya memperkuat kedekatan dengan konsumen, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi UMKM binaan yang terlibat di dalamnya.
"Melalui Bright Store by Pertamina di Jakarta Fair 2026, kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas, produk layanan Pertamina, dan pemberdayaan UMKM dapat berjalan beriringan," ujar Baron dalam keterangannya pada Rabu, 8 Juli 2026.
Baron menambahkan, pelibatan UMKM dalam rantai pasok merupakan komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai tambah dari hulu hingga hilir melalui produk lokal unggulan. Menurutnya, Pertamina tidak hanya menyediakan ruang promosi, melainkan juga membangun ekosistem agar produk binaan dapat masuk ke kebutuhan pasar yang lebih konkret.
"Ketika satu produk menjadi viral, dampaknya diharapkan tidak berhenti pada peningkatan transaksi, tetapi juga bergerak ke peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan kapasitas usaha," kata Baron.
Tas karakter Bright Gas tersebut diproduksi oleh PT Glory Nine Degrees, UMKM lokal asal Kota Bandung yang merupakan mitra binaan BUMN tersebut. Tingginya antusiasme pasar terhadap produk itu membuat pesanan melonjak hingga mendorong penambahan kuota produksi sekitar 10 persen dari perencanaan awal.
Founder PT Glory Nine Degrees, Sandiani, mengungkapkan bahwa proyek kolaborasi ini memberikan dampak besar terhadap aktivitas produksi dan penyerapan tenaga kerja di sekitar workshop mereka. Untuk menjaga ketersediaan stok, operasional produksi ditingkatkan menjadi 18 jam sehari yang dibagi ke dalam dua sif kerja.
"Masyaallah, proyek ini membuat para tetangga sekitar workshop yang tadinya kurang produktif kini bisa memiliki penghasilan," ucapnya.
Sandiani menjelaskan, pihaknya melibatkan anak-anak usia SMA yang sedang libur sekolah di bagian akhir kemasan agar mereka bisa produktif dan mendapatkan upah sendiri. Pihaknya juga membagi porsi jahitan lapis luar kepada konveksi tetangga yang sedang sepi orderan dengan pengawasan kontrol kualitas yang ketat.
Viralnya paket ini juga membuka peluang bagi Susnukuma, produsen kue sus kering eksklusif asal Kota Bandung yang produknya terpilih menjadi salah satu isian camilan di dalam tas tersebut. Pemilik Susnukuma, Aniasuti, menceritakan bahwa pesanan dalam jumlah besar untuk kebutuhan Jakarta Fair 2026 menjadi peluang penting bagi usaha yang dirintisnya sejak 2011.
"Bagi kami, pesanan massal dari Pertamina untuk agenda besar seperti PRJ ini adalah peluang yang sangat kami syukuri," katanya.
Aniasuti menjelaskan, di saat pesanan melonjak tinggi, pihaknya bahkan mampu menyerap hingga 20 orang tenaga kerja musiman dari lingkungan sekitar rumah. Melalui proyek sinergi ini, Susnukuma bisa memberikan penghasilan tambahan bagi ibu rumah tangga, orang tua tunggal, serta remaja lulusan baru SMA.
Sinergi antarlini dalam mengurasi produk menunjukkan bahwa program korporasi dapat dirancang sebagai ruang pemberdayaan yang berdampak langsung pada rantai produksi. Melalui pendekatan tersebut, UMKM memperoleh eksposur yang lebih luas, peningkatan volume produksi, serta peluang untuk memperkuat kapasitas usahanya.
Dari sisi inovasi, Glory Nine Degrees telah mengembangkan proses desain berbasis animasi tiga dimensi sehingga proses persetujuan produk dapat dilakukan secara digital dan lebih efisien. Sementara itu, Susnukuma terus mengembangkan inovasi kemasan yang lebih modern dengan berbagai varian rasa untuk menyasar pasar yang lebih luas.
"Namun sejak didampingi Pertamina pasca-pandemi, kami diajarkan pemasaran digital, difasilitasi bazar di mall besar, hingga dibantu menembus jaringan retail modern," ujarnya.
Aniasuti mengaku sangat terbantu karena kini fokus bisnis Susnukuma berhasil melompat ke sektor B2B dengan menerima maklun atau white label untuk berbagai mitra strategis. Berkat pendampingan tersebut, pelaku usaha binaan mampu mencatatkan pertumbuhan positif, termasuk perluasan pasar ekspor ke luar negeri.
"Kami percaya UMKM memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi nasional," ucap Baron menegaskan komitmen keberlanjutan program pendampingan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....