HIPMI Perluas Edukasi Keuangan untuk Penguatan UMKM
- 17 Feb 2026 19:29 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Edukasi pengelolaan keuangan dinilai menjadi fondasi utama dalam memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kemampuan administrasi finansial yang baik tidak hanya membantu stabilitas usaha, tetapi juga membuka peluang ekspansi melalui akses pembiayaan formal. Pendampingan berkelanjutan dianggap sebagai strategi efektif untuk meningkatkan literasi finansial pelaku usaha di tingkat daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui seminar kolaboratif yang digelar HIPMI Kota Cirebon bersama Accurate. Kegiatan ini menghadirkan materi pengelolaan administrasi usaha, strategi pencatatan keuangan, serta pemahaman akses pembiayaan perbankan. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesiapan pelaku UMKM menghadapi pertumbuhan bisnis yang lebih terstruktur dan profesional.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan wawasan praktis mengenai pencatatan keuangan yang efektif dan sistematis. Materi pelatihan disusun agar mudah diterapkan dalam operasional usaha sehari-hari, mulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan sederhana. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan administrasi yang sehat sejak tahap awal pengembangan usaha.
Ketua Bidang Perbankan dan Keuangan HIPMI Kota Cirebon, Wisnu, menjelaskan bahwa pelatihan terbuka bagi pelaku UMKM yang ingin memperkuat fondasi bisnisnya. Menurutnya, pemahaman keuangan sejak dini akan mempermudah pelaku usaha saat membutuhkan pembiayaan formal. “Kami ingin pelaku usaha memahami akses pembiayaan sejak awal, sehingga ketika usaha berkembang, mereka sudah siap secara administrasi,” ujarnya kepada RRI, Selasa, 17 Februari 2026.
Seminar juga menekankan pentingnya kolaborasi antar pelaku usaha sebagai bagian dari penguatan ekosistem bisnis lokal. Sinergi dinilai mampu mempercepat pertumbuhan usaha melalui berbagi pengalaman, jaringan, serta peluang pasar. Model kolaboratif ini dinilai relevan untuk mendorong UMKM naik kelas secara berkelanjutan.
Contoh nyata kolaborasi usaha ditunjukkan melalui pengembangan brand minuman lokal Thai Tea Ali. Kemitraan usaha semacam ini memperlihatkan bagaimana pelaku UMKM dapat tumbuh melalui kerja sama strategis. Selain memperluas jaringan distribusi, kolaborasi juga membantu pelaku usaha memahami manajemen operasional yang lebih profesional.
Penyelenggara membatasi jumlah peserta demi menjaga efektivitas pembelajaran dan interaksi langsung antara narasumber dan peserta. Metode diskusi dan praktik langsung dinilai lebih optimal untuk meningkatkan pemahaman peserta. HIPMI juga merencanakan program lanjutan dengan tema pengelolaan usaha yang lebih luas, seperti manajemen sumber daya manusia dan pengendalian risiko bisnis.
Ke depan, tambah Wisnu, edukasi finansial berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat fondasi UMKM dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin dinamis. Mengingat tuturnya, pengelolaan keuangan yang baik menjadi modal utama bagi pelaku usaha untuk tumbuh secara sehat, adaptif, dan berdaya saing. Melalui program edukasi seperti ini, UMKM diharapkan semakin siap memasuki ekosistem bisnis yang lebih modern dan profesional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....