Modal Rp 300 Ribu, Mahasiswa dapat Kembangkan Bisnis Kuliner
- 30 Sep 2026 18:45 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Modal awal Rp300 ribu menjadi titik awal Nadwah Mumtazah mengembangkan bisnis kuliner saat masih menjadi mahasiswa. Mahasiswa semester tiga Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon itu kini mengelola HalaDimsum dan Bakedbyhala, yang menawarkan dimsum, soft cookies, serta Dubai Chewy.
Ia mengatakan, modal tersebut digunakan untuk membeli bahan baku, sementara sejumlah peralatan produksi dan kebutuhan awal lainnya memanfaatkan fasilitas dari orang tua.
“Modal awalnya cuma Rp300.000. Selain itu, karena awalnya saya melakukan PO dari rumah, peralatan seperti wajan dan bensin berasal dari orang tua. Jadi, saya hanya butuh modal untuk bahan mentah,” ujarnya dalam program Beranda Astacita “UMKM Berbicara”, Senin 28 September 2026.
Ia mengaku sejak kecil terbiasa menabung sehingga memilih menggunakan uang tabungannya sendiri untuk memulai usaha, meskipun orang tua sebenarnya menawarkan bantuan modal. Bisnis dimsum yang mulai dijalankan sejak Maret 2025 itu sempat mencatat pesanan hingga 300–500 porsi per hari ketika menggunakan sistem pre-order.
Menurutnya strategi harga menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan produknya kepada pasar, khususnya mahasiswa yang menjadi salah satu target konsumen. “Target pasar saya adalah mahasiswa, kan? Karena saya juga mahasiswa, saya berusaha sebaik mungkin agar harga terjangkau bagi mahasiswa,” katanya.
Strategi tersebut juga diterapkan pada produk Dubai Chewy. Ia menjelaskan, penggunaan campuran pistachio dan cokelat putih dilakukan untuk menjaga harga produk tetap terjangkau karena harga pistachio cukup tinggi. Untuk saat ini, produk Dubai Chewy dijual sekitar Rp19 ribu per potong, sedangkan soft cookies dibanderol Rp9 ribu per buah.
Sementara itu, untuk mempertahankan harga dimsum, Ia memanfaatkan lokasi usaha milik keluarganya di kawasan Trusmi sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya sewa tempat. “Bagi saya, tidak ada sewa. Lalu listrik dan semuanya, saya yang menutupinya. Mungkin itu alasannya,” ujarnya.
Ia kini terus mengembangkan produknya dengan mengandalkan kualitas rasa, harga yang terjangkau, serta pemasaran melalui platform digital. Produk soft cookies miliknya bahkan telah dikirim hingga Kalimantan dan Padang melalui jaringan pelanggan.
Meski demikian, Nadwah mengakui pengelolaan keuangan usaha masih menjadi salah satu hal yang perlu diperbaiki agar bisnis yang dibangun sejak bangku kuliah tersebut dapat berkembang secara lebih terstruktur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....