BI Cirebon Minta Media Informasikan Stok Pangan Secara Tepat
- 14 Sep 2026 15:38 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon menekankan pentingnya penguatan kolaborasi dengan insan media untuk menyebarkan informasi stabilitas harga dan mencegah kepanikan masyarakat saat terjadi lonjakan harga pangan di Kuningan, Rabu, 9 September 2026. Upaya strategis melalui kegiatan peningkatan kapasitas media mitra ini ditujukan agar publik mendapatkan pemahaman yang tepat serta tidak terjadi aksi borong borongan (panic buying) ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.
Peran media masa kini dinilai sangat vital mengingat pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya generasi muda seperti Gen-Z dan Milenial, telah bergeser dari media cetak ke platform digital. Menyikapi hal tersebut, Bank Indonesia mengundang jurnalis dari media cetak, radio, hingga media online guna menyelaraskan pemahaman terkait isu ekonomi dan pengendalian inflasi di daerah.
Sesuai dengan mandat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), tugas Bank Indonesia kini tidak hanya menjaga stabilitas nilai mata uang, tetapi juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kebijakan pengendalian harga secara mendasar bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat sehingga tingkat konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang utama perekonomian tetap terjaga.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Fickry Widya Nugraha, menyampaikan bahwa efektivitas instrumen pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memerlukan dukungan transparansi informasi dari insan pers. Langkah ini krusial agar ketersediaan stok bahan pangan di pasar dapat terinformasikan dengan jernih serta terukur kepada publik.
"Ketika ada kenaikan harga pangan, jangan sampai timbul panic buying di masyarakat karena mereka tidak mengetahui kepastian stok yang ada di pasaran. Makanya komunikasi kebijakan khususnya melalui media ini menjadi instrumen penting agar apa yang dilakukan pemerintah daerah dan Bank Indonesia terinformasikan dengan baik," kata Fickry Widya Nugraha.
Selain mencegah kepanikan publik, edukasi mengenai sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen juga terus digaungkan dalam kegiatan pelatihan tersebut. Bank Indonesia berharap setiap pemberitaan ekonomi yang diproduksi oleh wartawan dapat dipertanggungjawabkan serta mudah dipahami oleh berbagai lapisan pembaca.
"Peran kolaborasi dengan media ini menjadi sangat penting karena salah satu corong yang perlu kita perkuat adalah komunikasi kebijakan publik. Kita harus betul-betul memastikan apa yang ditulis oleh rekan-rekan media dipahami sama oleh pembaca sehingga dapat dipertanggungjawabkan," ujar Fickry.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....