Penggunaan Pinjaman Daring Meningkat, OJK Cirebon Minta Masyarakat Lebih Bijak
- 10 Jul 2026 08:12 WIB
- Cirebon
RRI.co.id, Cirebon – Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan pinjaman daring (pindar) berizin sebagai sumber utama pembiayaan konsumsi. Meskipun skema tersebut mampu mendorong aktivitas ekonomi dalam jangka pendek, ketergantungan pada pindar dikhawatirkan dapat memicu masalah finansial.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Dialog Publik bertema "Kemandirian Ekonomi, Tantangan dan Peluang Masa Depan Kota Cirebon" yang diselenggarakan SMSI di Balai Kota Cirebon, Rabu, 8 Juli 2026. Peringatan ini dikeluarkan menyusul adanya tren peningkatan nilai pinjaman daring secara nasional pada Juni 2026.
Agus menjelaskan pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah masih didorong oleh konsumsi rumah tangga, terutama saat momentum Ramadan dan Idulfitri yang meningkatkan aktivitas belanja masyarakat. Namun, menurutnya, OJK mencermati adanya kenaikan nilai pinjaman masyarakat melalui penyelenggara pinjaman daring yang berizin sehingga perlu diwaspadai dampaknya terhadap kondisi keuangan rumah tangga.
Ia mengatakan berdasarkan data yang dirilis pada Juni 2026, nilai pinjaman melalui penyelenggara pindar berizin OJK mengalami peningkatan sekitar Rp1,3 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan fasilitas pinjaman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi maupun kebutuhan lainnya.
Menurut Agus, peningkatan penggunaan pinjaman tidak menjadi persoalan selama masyarakat memiliki kemampuan membayar dan memanfaatkan dana tersebut secara produktif. "Pengguna pinjol dan juga pindar, termasuk nilai pinjamannya, meningkat sekitar Rp1,3 triliun," ujarnya.
Baca juga: Gelar Dialog Publik, SMSI Kota Cirebon Bedah Kemandirian Ekonomi Kota Cirebon
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak bergantung pada pembiayaan berbasis utang hanya untuk mempertahankan konsumsi karena dapat menjadi beban pada periode berikutnya. "Jangan sampai ekosistem rumah tangga berjalan mendukung pertumbuhan ekonomi bukan dari sumber dana yang ada, tetapi hasil dari utang baru. Artinya menerima manfaatnya duluan, tapi bayarnya belakangan," katanya.
Agus menilai literasi keuangan menjadi kunci agar masyarakat mampu membedakan antara pinjaman yang digunakan untuk kebutuhan produktif dengan pinjaman yang hanya mendorong perilaku konsumtif. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan finansial sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Melalui edukasi yang terus dilakukan, OJK Cirebon berharap masyarakat semakin bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan formal, termasuk pinjaman daring yang telah berizin, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang oleh peningkatan konsumsi, tetapi juga oleh kondisi keuangan masyarakat yang sehat dan produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....