OJK Cirebon Dorong Skema Kredit Musiman untuk Nelayan, Bunga Lebih Ringan dari Rent
- 04 Mar 2026 16:20 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mendorong adanya skema pembiayaan musiman bagi nelayan guna menjawab tantangan penghasilan yang tidak tetap. Skema ini diharapkan mampu memberikan akses modal dengan bunga yang tidak memberatkan, khususnya bagi nelayan musiman.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, SH., MH, mengatakan sektor perbankan saat ini juga menghadapi tantangan sehingga diperlukan keseimbangan dalam penyaluran kredit. Menurutnya, perbankan perlu memiliki risk appetite atau toleransi risiko agar roda ekonomi masyarakat tetap bergerak.
“Nelayan musiman memang memiliki tantangan karena penghasilannya tidak tetap, sehingga ada risiko ketika mengajukan pembiayaan. Namun kami terus mendorong agar ada business matching antara kebutuhan nelayan dengan produk lembaga jasa keuangan yang sesuai,” ujar Agus Muntholib kepada RRI Rabu, 4 Maret 2026.
Ia menjelaskan, beberapa bank sebenarnya telah memiliki produk kredit dengan sistem musiman seperti pada sektor pertanian. Tantangannya adalah mencocokkan kebutuhan nelayan dengan lembaga jasa keuangan yang memiliki skema pembiayaan fleksibel tersebut.
Agus menilai bank-bank besar atau BUMN cenderung lebih selektif dalam menyalurkan kredit, terutama bagi nelayan dengan skala kecil. Namun, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Lembaga Keuangan Mikro (LKM), maupun lembaga keuangan lainnya dinilai lebih memungkinkan menyediakan produk yang sesuai dengan karakter usaha nelayan.
“Yang pasti bunganya tidak akan setinggi rentenir. Kami ingin nelayan memahami bahwa lembaga keuangan formal jauh lebih aman dan terukur dibandingkan meminjam ke tengkulak,” katanya.
Ia juga menyoroti fenomena masyarakat yang memilih tengkulak atau pinjaman daring karena prosesnya cepat dan tidak rumit. Padahal, kemudahan tersebut menyimpan risiko tinggi, baik dari sisi bunga, tekanan debt collector, hingga potensi masalah hukum jika terjadi gagal bayar.
Menurut Agus, regulator dan perbankan harus menjaga keseimbangan antara kemudahan akses dan prinsip kehati-hatian. Jika terlalu longgar, risiko kredit macet bisa berdampak pada stabilitas perbankan, namun jika terlalu ketat, pertumbuhan ekonomi masyarakat bawah juga akan terhambat.
OJK Cirebon pun berkomitmen terus melakukan edukasi keuangan kepada masyarakat pesisir agar lebih bijak dalam memilih sumber pembiayaan. Dengan literasi yang meningkat, diharapkan nelayan dapat mengakses kredit formal secara sehat dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....