Minat Baca Masyarakat Dimulai dari Bacaan yang Disukai

  • 30 Sep 2026 16:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Peningkatan minat baca masyarakat dinilai perlu dimulai dari bahan bacaan yang menarik dan sesuai dengan minat pembaca. Direktur Koran Harian Umum Fajar Cirebon, Dr. Dea Angkasa Putri Supardi, S. IP, M. AP. mengatakan kebiasaan masyarakat yang hanya membaca judul menjadi salah satu tantangan dalam membangun budaya membaca.

Menurutnya, media juga memiliki peran untuk mendorong masyarakat kembali menikmati proses membaca. “Itulah alasan saya masih mempertahankan media Harian Fajar Cirebon, salah satunya adalah meningkatkan literasi atau minat membaca di masyarakat,” ujarnya pada Program Literasi Digital RRI Cirebon pada Selasa, 29 September 2026

Ia menilai masyarakat tidak harus langsung diarahkan membaca informasi yang berat, terutama bagi anak-anak. Menurutnya, kebiasaan membaca dapat dibangun terlebih dahulu melalui bacaan yang menyenangkan dan sesuai dengan ketertarikan masing-masing.

“Jangan memberikan anak-anak kita surat kabar yang membahas politik, terutama yang berat tentang pemerintahan. Jangan lakukan yang berat dulu, tapi mari kita baca dulu apa yang membuat kita bahagia,” katanya.

Ia mencontohkan anak-anak dapat dikenalkan dengan kartun atau komik sebagai langkah awal untuk membangun kecintaan terhadap kegiatan membaca. Bagi kelompok pembaca lainnya, bahan bacaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ketertarikan mereka.

Menurutnya, membangun minat membaca merupakan proses yang perlu dilakukan secara bertahap. Ketika masyarakat sudah memiliki ketertarikan terhadap membaca, kebiasaan tersebut dapat berkembang pada berbagai jenis informasi.

Di tengah perkembangan media digital, ia mengakui masyarakat semakin terbiasa mendapatkan informasi secara singkat. Kondisi tersebut membuat sebagian orang merasa cukup membaca judul tanpa melanjutkan isi berita secara lengkap.

Ia mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut dapat membuat masyarakat kehilangan informasi penting yang terdapat dalam keseluruhan berita. Karena itu, masyarakat tetap perlu meluangkan waktu untuk memahami informasi secara utuh.

“Sebagai bagian dari masyarakat, kita juga perlu memvalidasi apakah berita itu benar atau tidak,” ujarnya.

Ia juga mendorong masyarakat tidak hanya mengandalkan satu sumber informasi. Menurutnya, informasi dapat diperiksa silang dengan media lain untuk melihat kesesuaian informasi sebelum masyarakat mempercayai dan membagikannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....