Curak dalam Tradisi Safaran Dimaknai sebagai Ikhtiar Menjemput Rezeki

  • 14 Agt 2026 12:44 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Rangkaian Tradisi Safaran di Keraton Kacirebonan tidak berhenti setelah pembagian apem kepada masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan curak yang dimaknai sebagai sarana berbagi sekaligus mengajarkan masyarakat pentingnya berikhtiar mencari rezeki.

Sejarawan Cirebon, Mustaqim Asteja, mengatakan curak menjadi bagian dari rangkaian tradisi setelah masyarakat menerima sedekah apem. “Jadi curak itu biasanya koin, kalau tadi saya lihat curaknya lumayan banyak ya,” katanya kepada RRI, Rabu, 12 Agustus 2026.

Baca juga: Filosofi Apem, Beras, dan Kinca dalam Tradisi Safaran

Menurutnya, curak tidak semata-mata dimaknai sebagai pemberian uang kepada masyarakat yang hadir dalam tradisi tersebut. Kegiatan itu juga mengandung pesan agar masyarakat tetap berusaha menjemput rezeki melalui cara yang halal dan baik.

Mustaqim menjelaskan pemberian koin dalam curak memiliki nilai simbolis karena sebelumnya didoakan bersama dalam rangkaian kegiatan tradisi. Sebagian masyarakat kemudian menyimpan koin tersebut sebagai pengingat terhadap doa dan harapan memperoleh keberkahan rezeki.

Ia menekankan masyarakat tidak seharusnya memaknai koin curak sebagai benda yang memiliki kekuatan tertentu secara berlebihan. Menurutnya, koin tersebut lebih tepat dipahami sebagai simbol pengingat agar seseorang terus berusaha dan berdoa dalam menjalani kehidupan.

Curak juga mengajarkan bahwa memperoleh rezeki membutuhkan ikhtiar dan tidak hanya mengandalkan pemberian orang lain. Nilai tersebut menjadi bagian dari pendidikan sosial yang disampaikan melalui tradisi kepada masyarakat secara turun-temurun.

Mustaqim mengatakan tujuan akhirnya adalah agar masyarakat memperoleh rezeki yang halal dan mampu memenuhi kebutuhan keluarga. “Kita mendapatkan rezeki yang halal, yang barokah ya, yang bisa untuk menafkahi keluarga kita,” ujarnya.

Baca juga: Tradisi Rebo Wekasan Perkuat Nilai Keagamaan dan Budaya Masyarakat Cirebon

Rangkaian curak menunjukkan Tradisi Safaran memiliki nilai sosial yang berkaitan dengan kepedulian, usaha, dan keberkahan rezeki. Tradisi tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan masyarakat untuk memperkuat silaturahmi melalui kegiatan berbagi dan doa bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....