Kearifan Lokal Warnai Tradisi Muludan di Keraton Cirebon

  • 26 Agt 2026 17:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Tradisi Muludan di Cirebon tidak hanya menghadirkan peringatan keagamaan, tetapi juga berbagai kearifan lokal masyarakat. Rangkaian tradisi tersebut melibatkan kuliner, ramuan tradisional, hingga penggunaan bahan alami untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.

Sejarawan Cirebon, Mustaqim Asteja, mengatakan persiapan Muludan telah dilakukan sejak memasuki bulan Safar setiap tahunnya. Persiapan tersebut dilakukan karena puncak kegiatan melibatkan masyarakat dalam jumlah besar di lingkungan keraton.

“Jadi itu puncak tradisi dari serangkaian acara Maulid Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam,” ujarnya kepada RRI, Rabu, 26 Agustus 202. Menurutnya, berbagai persiapan diperlukan untuk mendukung rangkaian kegiatan hingga mencapai puncak Pelal Panjang Jimat.

Salah satu kearifan lokal yang dikenal dalam persiapan Muludan adalah pembuatan ikan bekasem sebagai kuliner tradisional. Ikan tersebut diolah melalui proses fermentasi yang menjadi bagian dari pengetahuan kuliner masyarakat Cirebon terdahulu.

Selain kuliner, masyarakat juga mengenal kegiatan ngerik untuk menyiapkan bahan pengharum ruangan selama pelaksanaan Muludan. Bahan tersebut berasal dari kayu beraroma harum seperti cendana dan dicampur berbagai bahan lainnya.

Mustaqim menjelaskan kegiatan tersebut menunjukkan pemanfaatan sumber daya alam dalam mendukung kebutuhan tradisi masyarakat. Penggunaan bahan alami juga mencerminkan pengetahuan lokal yang diwariskan dalam rangkaian peringatan Muludan.

“Jadi ada ukup yang dibuat dari kayu-kayu ya, kayu-kayu wangi kayak cendana, terus juga kayu-kayu lainnya ditambah juga bumbu-bumbu lainnya gitu ya,” katanya. Selain itu, terdapat kegiatan mipis berupa pembuatan ramuan tradisional untuk digunakan maupun dibagikan kepada peserta Muludan.

Rangkaian kearifan lokal tersebut memperlihatkan Muludan sebagai tradisi yang memadukan nilai agama dengan budaya masyarakat. Pelestarian berbagai unsur pendukung tersebut dinilai menjadi bagian penting menjaga identitas budaya Cirebon.

Tradisi Muludan akhirnya tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan dalam ruang keraton dan masyarakat Cirebon. Rangkaian persiapannya juga memperlihatkan kekayaan pengetahuan lokal yang diwariskan antargenerasi hingga sekarang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....