Raqib Usung AI untuk Budaya dan Wisata Cirebon

  • 14 Agt 2026 19:16 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Muhammad Ragil Ar Raqib dipilih mewakili Kabupaten Cirebon di Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 setelah meraih Wakil 1 pada Pasanggiri Nok dan Kacung Kabupaten Cirebon 2025.
  • Ragib berusia 22 tahun dan berasal dari Desa Panambangan, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon serta merupakan lulusan Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
  • Ia akan mengusung gagasan pemanfaatan teknologi digital untuk pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata Kabupaten Cirebon di tingkat Jawa Barat.

RRI.CO.ID, Cirebon - Muhammad Ragil Ar Raqib dipercaya mewakili Kabupaten Cirebon dalam ajang Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2026. Pemuda 22 tahun asal Desa Panambangan, Kecamatan Sedong, itu menjadi delegasi setelah meraih gelar Wakil 1 atau Juara 2 Pasanggiri Nok dan Kacung Kabupaten Cirebon 2025.

Raqib merupakan lulusan Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Di tingkat Jawa Barat, ia tidak hanya membawa nama Kabupaten Cirebon, tetapi juga mengusung gagasan mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata.

Gagasan tersebut dituangkan melalui advokasi bertajuk kolaborasi budaya, pariwisata, dan Artificial Intelligence (AI). Raqib menilai perkembangan teknologi digital perlu dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan destinasi wisata kepada masyarakat secara lebih luas.

“Transformasi digital berjalan sangat cepat. Karena itu, budaya dan pariwisata jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus ikut berkembang dengan memanfaatkan Artificial Intelligence sebagai media edukasi dan promosi,” ujar Raqib, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut dia, pemanfaatan AI tidak semata berkaitan dengan industri kreatif dan bisnis. Teknologi tersebut juga dapat digunakan sebagai sarana edukasi untuk mengenalkan sejarah, budaya, hingga destinasi wisata kepada generasi muda.

Raqib menilai digitalisasi sebagai langkah krusial untuk menjaga kelestarian warisan budaya daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Upaya adaptasi ini dinilai sangat penting agar identitas budaya lokal tidak tergerus oleh perubahan zaman.

“Saya ingin AI menjadi jembatan untuk mengenalkan sejarah, budaya, dan pariwisata kepada masyarakat. Dengan begitu, generasi muda akan lebih mudah belajar sekaligus mencintai warisan budaya daerahnya,” katanya.

Melalui Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2026, Raqib berharap gagasan tersebut dapat menjadi kontribusi bagi Kabupaten Cirebon. Ia ingin mendorong pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata daerah, tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal.

Keikutsertaan Raqib menjadi sarana strategis untuk membawa isu pelestarian budaya ke dalam ekosistem teknologi digital. Dalam hal ini, artificial intelligence (AI) ditempatkan sebagai instrumen inovatif untuk edukasi sekaligus promosi pariwisata daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....