Budayawan Kuningan Soroti Dilema Pembangunan dan Kerusakan Alam

  • 29 Mei 2026 18:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Fenomena kerusakan lingkungan di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan menjadi perhatian dalam pembahasan Seren Taun 2026. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam.

Budayawan Kuningan, Drs. Dodo Suwondo, M.Si., menilai perkembangan peradaban dan pertumbuhan penduduk membuat kebutuhan lahan terus meningkat. Hal itu berdampak pada berkurangnya ruang terbuka hijau dan lahan pertanian.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal menjadi salah satu faktor utama perubahan fungsi lahan. Namun di sisi lain, pembangunan yang tidak terkendali dapat memicu kerusakan lingkungan.

“Tidak dilakukan manusia butuh, dilakukan alam juga rusak. Jadi memang dilematis,” ujarnya dalam Program Dialog Cirebon Menyapa edisi Jumat, 29 Mei 2026.

Ia mengatakan persoalan tersebut harus disikapi secara bijak melalui kerja sama berbagai pihak. Menurutnya, pengembang, pemerintah, hingga dinas terkait perlu duduk bersama mencari solusi pembangunan yang tidak merusak lingkungan.

Dodo menyoroti banyaknya lahan pertanian produktif yang kini beralih fungsi menjadi kawasan perumahan. Kondisi itu dinilai tidak baik karena lahan sawah subur masih sangat dibutuhkan untuk ketahanan pangan masyarakat.

“Karena kita butuh lahan pertanian, terutama sawah yang lahannya subur, akan tetapi butuh pula rumah. Nah, ini perlu disikapi dengan bijak,” katanya.

Selain lahan pertanian, keberadaan hutan juga disebut harus tetap dilindungi karena memiliki fungsi penting menyerap air. Ia menilai berkurangnya kawasan hutan menyebabkan cadangan air semakin menurun meski curah hujan tinggi.

Ia juga membandingkan kondisi sungai saat ini dengan masa lalu yang dinilai jauh berbeda. Menurutnya, dahulu aliran sungai tetap terjaga meski hujan hanya turun satu hari, sedangkan kini banyak sungai cepat mengering akibat rusaknya lingkungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....