Seren Taun 2026 Jadi Pengingat Pentingnya Menjaga Alam dan Budaya

  • 29 Mei 2026 17:58 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon –Tradisi Seren Taun 2026 kembali dimaknai sebagai pengingat penting bagi masyarakat untuk menjaga alam dan melestarikan budaya lokal di tengah perubahan zaman. Tema “Prasasti Peradaban” dinilai memiliki makna mendalam tentang warisan nilai kehidupan masyarakat Sunda.

Budayawan Kuningan, Drs. Dodo Suwondo, M.Si., mengatakan Seren Taun merupakan tradisi masyarakat Sunda yang telah berlangsung sejak lama. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kebudayaan Sunda maupun budaya Nusantara.

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, hingga masuknya budaya asing turut memengaruhi perubahan peradaban masyarakat. Kondisi tersebut dinilai dapat menggeser nilai-nilai kearifan lokal apabila tidak disikapi secara bijak.

“Seren Taun ini intinya adalah ekspresi syukur kepada Tuhan atas segala berkah yang telah diberikan-Nya. Kita punya hutan, kita punya alam, dan itu semua perlu dipelihara,” ujarnya kepada RRI, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia menjelaskan, kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini tidak lepas dari kurangnya kepedulian manusia terhadap alam. Berbagai bencana seperti banjir dan longsor disebut menjadi dampak dari rusaknya hutan dan lingkungan.

“Bencana ini adalah bukan semata-mata karena azab Tuhan, bukan. Tapi karena kita sendiri, manusia sendiri yang tidak peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Selain menjadi wujud rasa syukur, Seren Taun juga mengajarkan kepedulian sosial melalui berbagai prosesi adat. Tradisi seperti ngalungsurkeun pare, museh pare, hingga nutu menjadi simbol kebersamaan dan berbagi kepada masyarakat sekitar.

Ia berharap nilai-nilai yang diajarkan dalam Seren Taun tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, masyarakat perlu terus menjaga budaya dan menerapkan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....