Memahami Sejarah Cirebon Melalui Jejak Petilasan Wali
- 30 Mar 2026 13:44 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Keberadaan petilasan wali di Cirebon menjadi perhatian publik karena dinilai belum terawat secara optimal. Padahal, situs-situs tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat.
Sejarawan Cirebon, Mustaqim Asteja, menjelaskan bahwa keberadaan petilasan tidak terlepas dari asal-usul terbentuknya Cirebon yang memiliki banyak versi. Salah satu rujukan penting adalah naskah kuno Babad Cirebon Carang Siket yang memuat puluhan kisah masa lalu.
Ia menyebut, dalam bagian ke-13 naskah tersebut diceritakan tentang awal terbentuknya Cirebon sebagai wilayah pemukiman dan pusat dakwah. Dari proses itulah kemudian muncul lokasi-lokasi yang kini dikenal sebagai petilasan wali.
“Dalam naskah Carang Siket, dijelaskan asal-usul Cirebon yang kemudian melahirkan tempat-tempat dakwah yang sekarang dikenal sebagai petilasan,” ujarnya kepada RRI Senin, 30 Maret 2026.
Mustaqim menambahkan, sejak awal kemunculannya, Cirebon dibangun oleh tokoh-tokoh muda seperti Sunan Cakrabuana dan Sunan Gunung Jati. Mereka berperan dalam membentuk masyarakat dan menyebarkan Islam di wilayah pesisir.
Selain itu, perkembangan Cirebon juga ditandai dengan kedatangan berbagai etnis dari dalam maupun luar Nusantara. Kehadiran masyarakat multietnis ini menjadikan Cirebon sebagai pusat interaksi budaya dan perdagangan.
“Banyaknya pendatang dari berbagai daerah dan bangsa membuat Cirebon menjadi wilayah multietnis yang berkembang pesat,” ucap Mustaqim Asteja.
Menurutnya, kondisi tersebut juga memunculkan banyak titik sejarah yang tersebar di berbagai lokasi. Namun, seiring waktu, tidak semua petilasan mendapatkan perhatian dan perawatan yang memadai.
“Petilasan itu bagian dari jejak sejarah dakwah dan perkembangan Cirebon, sehingga perlu dijaga dan dirawat bersama,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat lebih peduli terhadap keberadaan situs-situs bersejarah tersebut. Dengan perawatan yang baik, petilasan wali tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga potensi wisata religi yang bernilai tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....