Kuliah Sambil Kerja Dinilai Jadi Bekal Pengalaman Mahasiswa

  • 31 Agt 2026 14:45 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Menjalani kuliah sambil bekerja dinilai dapat menjadi salah satu cara mahasiswa membangun pengalaman dan keterampilan sebelum memasuki dunia profesional. Namun, pilihan tersebut perlu disesuaikan dengan kemampuan serta kondisi masing-masing mahasiswa.

Staf Akademik Politeknik LP3I Cirebon, Kania Maharani, mengatakan pengalaman kerja sejak masa kuliah dapat membantu mahasiswa mengenali dunia profesional lebih awal. Mahasiswa juga dapat mencoba berbagai kegiatan seperti magang maupun freelance untuk mengembangkan keterampilan.

“Misalkan kita mau nyoba magang dulu, apa mungkin dapat tawaran magang itu kan kita bisa lihat dulu itu tuh relevan enggak dengan yang jurusan kita yang sekarang. Kemudian bisa enggak sih nambah skill kita untuk masuk ke dunia kerja nantinya,” katanya.

Menurut Kania, pengalaman tersebut penting karena dunia kerja akan mempertemukan mahasiswa dengan berbagai karakter dan situasi yang mungkin belum ditemui selama perkuliahan. Karena itu, pengalaman magang maupun freelance dapat menjadi tahap awal untuk membangun kesiapan profesional.

Kania menilai pekerjaan yang dipilih mahasiswa sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan besaran pendapatan. Kemampuan diri, kesiapan, serta relevansi pekerjaan dengan tujuan mahasiswa juga perlu menjadi pertimbangan.

Sementara itu, Konsultan Pendidikan Politeknik LP3I Cirebon, Fiqri Sallim, mengatakan pengalaman kerja memiliki nilai penting ketika seseorang memasuki proses rekrutmen. Menurutnya, pengalaman menjadi salah satu hal yang dapat menunjukkan kemampuan seseorang kepada calon pemberi kerja.

“Bagi saya pribadi, pengalaman sepenting itu untuk memberikan gambaran dunia kerja,” katanya.

Ia menambahkan, mahasiswa juga perlu membangun kemampuan lain selain pengalaman kerja. Soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja dalam tim dinilai penting untuk mendukung kesiapan menghadapi lingkungan profesional.

Menurut Kania, kemampuan tersebut dapat dilatih sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah. Pengalaman berorganisasi dan bekerja dalam kelompok menjadi salah satu ruang untuk mengasah kemampuan tersebut.

“Kalau menurut saya kita bisa meng-upgrade soft skill soft kita. Mungkin public speaking-nya, leadership kita mungkin diasah lagi terus teamwork mungkin nanti kan karena di dunia kerja kan pasti kerjanya sama banyak orang enggak cuman kita sendiri di dalam satu ruangan,” katanya.

Fiqri juga menekankan pentingnya kemampuan manajemen waktu bagi mahasiswa yang menjalankan dua peran sekaligus. Menurutnya, kemampuan tersebut perlu dilatih agar mahasiswa dapat mempertahankan prestasi akademik sekaligus menjalankan pekerjaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....