Menulis Diary Bahasa Inggris Efektif Tingkatkan Kepercayaan Diri Berbahasa

  • 30 Jul 2026 22:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Menulis buku harian (diary) dalam bahasa Inggris dinilai menjadi salah satu cara sederhana namun efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa sekaligus membangun rasa percaya diri. Melalui kebiasaan tersebut, seseorang dapat berlatih mengekspresikan pikiran tanpa terbebani rasa takut melakukan kesalahan.

Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UGJ Cirebon, Misdi, memberikan pandangannya terkait fenomena rasa takut berbicara bahasa Inggris. Menurutnya, hambatan tersebut umumnya bukan disebabkan kekhawatiran melakukan kesalahan, melainkan takut dinilai oleh orang lain.

"Kalau dikatakan takut karena salah, sebetulnya hasil survei tidak mengatakan itu. Lebih kepada akan di-assess, akan di-evaluate oleh orang lain. Jadi bukan fokus ke kesalahannya," ujarnya pada Rabu, 29 Juli 2026.

Menurutnya, dalam mempelajari bahasa Inggris yang terpenting bukanlah memiliki pengucapan atau tata bahasa yang sempurna, melainkan mampu menyampaikan pesan dengan baik kepada lawan bicara. Ia menilai konsep bahasa Inggris saat ini telah berkembang menjadi beragam variasi (Englishes), sehingga yang paling utama adalah pesan dapat dipahami.

"As long as you understand what someone is talking about, that's the point," katanya.

Ia menjelaskan, membiasakan diri menulis diary dalam bahasa Inggris merupakan latihan yang efektif karena seseorang dapat menuliskan pengalaman sehari-hari secara bebas tanpa takut salah. Menurutnya, kebiasaan tersebut secara bertahap akan meningkatkan kemampuan menulis maupun berbicara.

"Bagi saya, buku harian mengajari saya cara menulis dan berbicara bahasa Inggris. Through a diary, we can write freely about anything, and over time we become better and better," ucapnya.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UGJ Cirebon, Leo, mengatakan pemula tidak perlu terlalu memikirkan tata bahasa saat mulai menulis diary. Yang terpenting adalah membiasakan diri menuangkan ide dan pengalaman menggunakan bahasa Inggris.

"Just write in English first. Even native speakers sometimes make grammatical mistakes. So, why should we care too much about grammar? After all, a diary is personal writing," ujarnya.

Leo menambahkan, kritik terhadap penggunaan bahasa Inggris sebaiknya dipandang sebagai bagian dari proses belajar, bukan alasan untuk berhenti berlatih.

"Sometimes we correct each other's grammar. We're simply helping each other learn. Some people may feel offended, but others just enjoy the learning process," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Misdi juga menegaskan bahwa belajar bahasa Inggris tidak harus selalu mengandalkan buku pelajaran. Menurutnya, paparan dari film, media sosial, musik, hingga kebiasaan menulis pengalaman sehari-hari justru menjadi sarana belajar yang lebih alami.

"Once you enjoy learning, you'll naturally look for more opportunities to practice. Practice is the most important thing," ujarnya.

Menurut Misdi, tujuan utama mempelajari bahasa Inggris bukan sekadar menguasai aturan tata bahasa. Pembelajar diharapkan mampu menggunakan bahasa tersebut secara aktif untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....