Sedia Payung Sebelum Hujan Mengajarkan Pentingnya Persiapan
- 26 Agt 2026 08:41 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Sedia Payung Sebelum Hujan Mengajarkan Pentingnya Persiapan
RRI.CO.ID, Cirebon - Orang tua dahulu memiliki banyak cara sederhana untuk mengajarkan anak menghadapi kehidupan. Salah satu ungkapan yang terkenal adalah “sedia payung sebelum hujan”. Nasihat tersebut secara harfiah mengingatkan seseorang agar membawa payung sebelum hujan turun.
Namun, makna sebenarnya jauh lebih luas, yakni pentingnya mempersiapkan diri sebelum menghadapi kemungkinan yang tidak diinginkan. Dalam kehidupan modern, prinsip tersebut sangat relevan.
Perubahan dapat terjadi kapan saja, mulai dari kondisi ekonomi, pekerjaan, pendidikan, kesehatan keluarga, hingga perkembangan teknologi. Orang yang terbiasa mempersiapkan diri akan memiliki pilihan lebih banyak ketika menghadapi perubahan.
Sebaliknya, mereka yang selalu menunggu masalah datang baru mencari solusi sering kali berada dalam situasi yang lebih sulit. Dialnsir dari WHO, Guidelines on Parenting Interventions to Prevent Maltreatment and Enhance Parent–Child Relationships, 10 Februari 2023, persiapan dapat dimulai dari hal sederhana.
Keluarga dapat memiliki dana darurat, menyimpan dokumen penting, membuat rencana pengeluaran, serta membangun kebiasaan hidup tertib. Anak-anak juga dapat diajarkan untuk mempersiapkan kebutuhan sekolah sejak malam sebelumnya.
Kebiasaan kecil tersebut sebenarnya sedang membangun kemampuan merencanakan sesuatu dan memperkirakan konsekuensi. Filosofi ini juga penting dalam dunia digital. Sebelum mengunggah foto, memberikan komentar, atau membagikan informasi, seseorang perlu mempertimbangkan akibatnya.
| Baca juga: Mengenal Solo Table Theory |
Jejak digital dapat bertahan lama dan memengaruhi kehidupan seseorang pada masa mendatang. Karena itu, berpikir sebelum bertindak merupakan bentuk “menyiapkan payung” sebelum menghadapi “hujan” persoalan. Orang tua juga dapat menggunakan filosofi tersebut ketika mendampingi anak menghadapi masa depan.
Persiapan tidak berarti menentukan seluruh jalan hidup anak. Anak justru perlu diberi kesempatan untuk mencoba, mengambil keputusan, dan belajar dari pengalaman. UNICEF menjelaskan bahwa pengasuhan positif membantu anak mengembangkan kemandirian melalui bimbingan yang penuh kasih sekaligus batasan yang jelas.
Dalam kehidupan pendidikan, prinsip persiapan juga dapat mengubah cara seseorang melihat kegagalan. Belajar bukan hanya dilakukan ketika ujian sudah dekat.
Membaca secara rutin, membuat catatan, dan memahami materi sejak awal merupakan bentuk persiapan. Demikian pula dalam pekerjaan.
Meningkatkan keterampilan sebelum perubahan industri terjadi merupakan investasi yang dapat membantu seseorang beradaptasi ketika tuntutan baru muncul. Namun, persiapan tidak boleh berubah menjadi kecemasan berlebihan.
Hidup tetap memiliki banyak hal yang tidak dapat diprediksi. Tujuan dari persiapan bukan menghilangkan seluruh risiko, melainkan meningkatkan kemampuan menghadapi risiko tersebut.
Orang tua dahulu mungkin tidak mengenal istilah manajemen risiko seperti sekarang. Tetapi melalui ungkapan sederhana, mereka sebenarnya telah mengajarkan prinsip yang sama. “Sedia payung sebelum hujan” akhirnya menjadi filosofi yang sangat cocok untuk kehidupan masa kini.
Dunia bergerak cepat dan perubahan datang tanpa selalu memberikan peringatan. Karena itu, menyiapkan diri, keluarga, pengetahuan, dan sumber daya merupakan bentuk kebijaksanaan. Nasihat sederhana dari masa lalu tersebut membuktikan bahwa kearifan orang tua tidak selalu kehilangan makna ketika zaman berubah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....