Gaya Hidup Sederhana Dinilai Relevan Hadapi Tekanan Ekonomi Modern
- 20 Jun 2026 09:33 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Gaya hidup sederhana yang dicontohkan Rasulullah SAW dinilai tetap relevan diterapkan di tengah tantangan ekonomi modern yang ditandai meningkatnya kebutuhan hidup dan maraknya budaya konsumtif. Hal itu disampaikan Ustadz Ikhsan Tobi'i dalam program Mutiara Pagi RRI Cirebon, Kamis 18 Juni 2026.
Ustadz Ikhsan Tobi'i menyoroti fenomena masyarakat yang kerap terjebak pada keinginan untuk mengikuti gaya hidup mewah yang banyak ditampilkan di media sosial. Kondisi tersebut dinilai dapat memperburuk keadaan ekonomi keluarga apabila tidak disikapi dengan bijak.
Menurutnya, Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Prinsip tersebut penting diterapkan agar masyarakat mampu mengelola keuangan secara lebih sehat dan tidak terjebak perilaku konsumtif.
"Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengajarkan agar kita lebih mendahulukan kebutuhan daripada keinginan. Tidak semua keinginan itu menjadi sebuah kebutuhan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa banyak orang sebenarnya hidup dalam kondisi cukup, namun tetap merasa kurang karena terlalu sering membandingkan dirinya dengan orang lain yang memiliki kehidupan lebih mapan. Kebiasaan tersebut dapat mengurangi rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Ia juga mengingatkan hadis Rasulullah yang menganjurkan umat Islam untuk melihat orang yang berada di bawah dalam urusan dunia. Dengan demikian, seseorang akan lebih mudah menghargai dan mensyukuri nikmat yang dimilikinya.
Selain kesederhanaan, ia menekankan pentingnya rasa syukur sebagai bekal menghadapi berbagai ujian kehidupan. Menurutnya, kesulitan ekonomi tidak akan berlangsung selamanya dan selalu ada kemudahan yang menyertainya.
Ia juga menegaskan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara sehingga manusia tidak perlu larut dalam kesedihan maupun kesenangan yang berlebihan. Ia mengingatkan bahwa kehidupan akhirat merupakan tujuan utama yang harus dipersiapkan dengan baik.
"Kehidupan dunia ini tidak abadi. Meskipun bahagia juga bukan kebahagiaan yang abadi dan kesengsaraan serta kesulitan juga itu bukan kesulitan dan kesengsaraan abadi," katanya.
Ia mengajak masyarakat memperkuat rasa syukur, memperbanyak zikir, dan menjaga kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sikap tersebut dapat membantu seseorang tetap tenang dan optimistis meski menghadapi tekanan ekonomi.
"Zikir dapat menenangkan hati, jiwa, dan pikiran. Ketika kita sedang berhadapan dengan kondisi yang sulit, maka Allah memberikan ketenangan kepada kita," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....