Semangat Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh Warnai Pembongkaran Rumah Warga.
- 13 Jun 2026 07:15 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID Cirebon– Nilai luhur silih asah, silih asih, silih asuh yang menjadi bagian dari budaya Sunda kembali tercermin dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut terlihat saat sejumlah warga di Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, bergotong royong membantu proses pembongkaran rumah milik salah seorang warga yang akan direnovasi.
Sejak pagi hari, warga bersama anggota paguyuban setempat bahu-membahu membongkar bagian atap dan kerangka bangunan menggunakan peralatan sederhana. Dengan penuh semangat, mereka bekerja secara sukarela untuk membantu meringankan beban pemilik rumah.
Salah seorang warga menuturkan bahwa kegiatan gotong royong seperti ini telah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Selain mempercepat pekerjaan, kebiasaan tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan masyarakat.
Semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan nilai gotong royong yang terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan. Dilansir dari laman resmi PPID TNI Angkatan Darat dalam pemberitaan pembukaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Tahun 2025 di Kabupaten Kuningan, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap semangat kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.
"TMMD ini luar biasa. Tidak hanya membangun secara fisik, tapi juga menginternalisasi rasa kebangsaan dan kebersamaan. Saya berharap program ini terus berlanjut dan semakin kuat di masa mendatang," ujar Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat membuka TMMD ke-125 Skala Nasional di Desa Sindangjawa, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, gotong royong tidak hanya membantu menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa persatuan, kebangsaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Melalui kegiatan pembongkaran rumah tersebut, warga Garawangi menunjukkan bahwa budaya saling membantu masih terjaga dengan baik di tengah perkembangan zaman.
Kebersamaan yang terjalin menjadi bukti bahwa nilai-nilai sosial dan kearifan lokal tetap hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Falsafah Sunda silih asah, silih asih, silih asuh mengajarkan pentingnya saling memberi pengetahuan, saling menyayangi, dan saling membimbing antarsesama.
Nilai tersebut sejalan dengan semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia. Dengan menjaga budaya saling membantu, masyarakat tidak hanya mampu meringankan pekerjaan yang berat, tetapi juga memperkuat persaudaraan, mempererat persatuan, serta menciptakan lingkungan yang harmonis, guyub, dan penuh kepedulian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....