Decluttering : Saatnya Menata Barang, Menata Ruang & Menata Pikiran

  • 12 Agt 2026 16:12 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID Cirebon -Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, rumah yang rapi dan nyaman menjadi salah satu hal yang banyak dicari. Salah satu kebiasaan yang mulai menarik perhatian adalah decluttering, yaitu kegiatan memilah dan mengurangi barang-barang yang sudah tidak lagi dibutuhkan.

Decluttering bukan sekadar kegiatan membersihkan rumah. Kebiasaan ini mengajak seseorang untuk melihat kembali barang yang dimiliki dan menentukan mana yang masih digunakan, perlu disimpan, diberikan kepada orang lain, dijual, atau sudah waktunya disingkirkan.

  • Bukan Sekadar Merapikan Rumah

Berbeda dengan bersih-bersih biasa, decluttering lebih menekankan pada mengurangi jumlah barang agar ruang menjadi lebih teratur. Tumpukan pakaian, meja yang dipenuhi benda, atau lemari yang terlalu penuh dapat menjadi tanda bahwa seseorang perlu mulai memilah barang.

Prosesnya dapat dimulai dari area kecil seperti laci, meja kerja, rak buku, atau lemari pakaian. Dengan mengurangi barang yang tidak diperlukan, ruang menjadi lebih lega dan barang yang benar-benar digunakan menjadi lebih mudah ditemukan.

  • Ruang yang Rapi, Aktivitas Lebih Nyaman

Rumah yang tertata dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih praktis. Ketika setiap barang memiliki tempat, seseorang tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mencari barang yang dibutuhkan.

Selain itu, lingkungan yang tidak terlalu penuh dapat memberikan kesan ruang yang lebih luas dan nyaman. Karena alasan tersebut, decluttering juga sering dikaitkan dengan gaya hidup minimalis yang mengutamakan fungsi daripada jumlah barang.

  • Menata Barang Sekaligus Menata Kebiasaan

Decluttering tidak hanya berkaitan dengan barang yang sudah dimiliki, tetapi juga dengan kebiasaan berbelanja. Setelah melakukan proses memilah, seseorang dapat menjadi lebih sadar sebelum membeli sesuatu.

Pertanyaan sederhana seperti “Apakah saya benar-benar membutuhkan barang ini?” dapat membantu mencegah barang menumpuk kembali. Dengan demikian, decluttering dapat menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan konsumsi yang lebih bijak.

  • Tidak Harus Dilakukan Sekaligus

Banyak orang menganggap decluttering membutuhkan waktu lama. Padahal, kegiatan ini dapat dilakukan secara bertahap. Satu laci atau satu rak dapat menjadi langkah awal sebelum beralih ke area yang lebih besar.

Barang-barang yang sudah tidak digunakan dapat diberikan kepada orang yang membutuhkan, dijual kembali jika masih layak, atau didaur ulang sesuai jenisnya. Sementara itu, barang yang masih sering digunakan dapat disusun berdasarkan fungsi agar lebih mudah diakses.

  • Menata Ruang, Menciptakan Kenyamanan

Pada akhirnya, decluttering bukan berarti harus memiliki rumah dengan sedikit barang. Tujuannya adalah menciptakan ruang yang lebih teratur dengan mempertahankan benda-benda yang memang memiliki fungsi dan nilai bagi pemiliknya.

Di tengah tren hidup sederhana, decluttering menjadi salah satu cara untuk menciptakan rumah yang lebih nyaman sekaligus membangun kebiasaan hidup yang lebih teratur. Saat barang mulai tertata, ruang terasa lebih lega, dan aktivitas sehari-hari pun menjadi lebih nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....