Mengenal Solo Table Theory

  • 30 Mei 2026 17:11 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID - Cirebon: Sebuah konsep psikologi populer bernama Solo Table Theory tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dilansir dari unggahan akun Instagram angie.monicaa Rabu, 27 Mei 2026 konsep viral dalam dunia pop psychology dan mindfulness ini melihat aktivitas duduk sendirian di kafe atau restoran bukan sebagai tanda kesepian, melainkan bentuk nyata dari self-love.

Secara mendasar, teori ini mengajarkan tentang pentingnya membangun rasa percaya diri secara tenang di ruang publik. Melalui kebiasaan ini, kita diajak untuk belajar menikmati kebersamaan dengan diri kita sendiri tanpa distraksi orang lain.

Pada awal mencobanya, mungkin akan merasa canggung dan terlalu sadar dengan pandangan orang-orang di sekitar kita. Bahkan, ada perasaan tidak nyaman karena takut dihakimi atau dinilai menyedihkan oleh lingkungan sekitar.

Namun, ketakutan tersebut perlahan akan hilang saat berhasil melewati fase canggung tersebut dengan tenang. Kita mulai sadar bahwa sebenarnya semua orang terlalu sibuk dengan urusan hidupnya masing-masing untuk terlalu memperhatikan kehadiran kita.

Solo Table Theory ini juga mengajarkan perbedaan mendasar yang sangat penting antara konsep solitude dan loneliness. Kesepian (loneliness) diartikan sebagai perasaan hampa karena merasa ada sesuatu yang kurang di dalam diri kita.

Sementara itu, kesendirian yang positif (solitude) adalah keadaan nyaman saat kita bisa duduk tenang dengan pikiran sendiri. Pada momen tersebut, kita mampu menikmati waktu saat ini dan benar-benar hadir seutuhnya tanpa merasa kosong.

Hal paling penting dari konsep ini adalah mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak harus bergantung pada kehadiran orang lain. Kita tidak perlu lagi menunggu teman, validasi, atau izin dari siapa pun hanya untuk menikmati hidup dan mencoba hal-hal baru yang kita inginkan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....